:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 01:02:11


Korupsi Hambat Investasi

Jakarta, BPost
Asian Development Bank (ADB) mengkategorikan tiga hal utama yang menjadi hambatan bagi peningkatan investasi di Indonesia, yakni ketidakstabilan ekonomi makro, ketidakpastian kebijakan ekonomi dan regulasi, serta korupsi.

Penilaian ADB ini muncul setelah dilakukan penelitian terhadap 700 perusahaan menengah dan besar di 11 propinsi. Lembaga asing memang kerap melakukan penelitian ekonomi di Indonesia.

Peneliti ekonomi ADB, Guntur Sugiyarto, dalam konferensi persnya di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/5), menyatakan, hasil survei iklim investasi di Indonesia menyebutkan korupsi di level nasional mencapai 4,6 persen dari total omset perusahaan.

"Di level kota, korupsi sebesar 4,8 persen dari total omzet," ungkapnya.

Selain persoalan itu, masih ada juga masalah lainnya, seperti ketenagakerjaan, perpajakan, keuangan dan infrastruktur. Masalah lain yang tak kalah pentingnya adalah dampak negatif desentralisasi.

"Pelaksanaan desentralisasi telah memperburuk iklim investasi dan makin menambah ketidakpastian kebijakan ekonomi," jelasnya.

Jika dilihat dari perbandingan besarnya usaha, maka hambatan yang paling besar dialami oleh perusahaan besar, asing dan eksportir. Sedangkan berdasar wilayahnya, menunjukkan perusahaan di Jakarta mengalami masalah infrastruktur dan korupsi yang lebih besar. Tapi di luar Jakarta, korupsi lebih sedikit tetapi masih menghadapi masalah birokrasi.

Pajak di Indonesia juga termasuk tinggi, sementara biaya dan akses keuangan semakin sulit menyebabkan banyak perusahaan lebih mengandalkan pembiayaan sendiri daripada pinjam bank. Peraturan ketenagakerjaan tentang memperkerjakan dan memberhentikan pekerja serta upah minimum juga masih memberatkan pengusaha.dtc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Genteng Metal Geser Asbes

Sektor Riil Berkembang


Sewa Mobil Banjir Order Tim Sukses


Korupsi Hambat Investasi


Telkomsel Tambah Kapasitas 2 Juta Pelanggan


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123