:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 01:06


Menangis Di Hadapan Kapolda

NANGIS - Sejumlah ibu warga Tambak Sari, Landasan Ulin, Beruntung Baru, berjabat tangan dengan Kapolda Kalsel Brigjen Drs Sudibyo MSc, sambil menangis. Mereka mendatangi Mapolda Kalsel untuk mengadukan aparat yang semena-mena, Kamis (26/5). - BPOST/APUNKBanjarmasin, BPost
Sekitar 100 orang warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Beruntung Baru Landasan Ulin ramai-ramai mendatangi Mapolda Kalsel, Kamis (26/5) siang. Dengan mengendarai angkot, warga mulai anak-anak hingga orang tua bermaksud menghadap Kapolda untuk meminta keadilan berkaitan dengan penangkapan seorang warga setempat, Yusni yang dituduh ikut dalam aksi perampokan.

"Kami ke sini hanya meminta keadilan saja agar Yusni, warga kami yang ditangkap polisi sebagai tersangka perampokan diusut dengan benar. Karena kami yakin warga kami tidak terlibat dalam perampokan tersebut. Kami mempunyai bukti dan saksi ketidakterlibatan warga kami tersebut," kata Dedi salah seorang warga.

Ia menambahkan, warga Tambak Sari juga minta perlindungan hukum karena banyak warga yang ditangkap tanpa alasan jelas, meskipun kini sudah dibebaskan. Bahkan lebih parah ada anak berusia 12 tahun dipukul polisi hanya karena tidak mau menunjukkan nama seseorang. Mereka menyatakan bersedia menyerahkan warganya apabila terbukti bersalah.

Menurut Bariah (60) ibu Yusni, anak lelakinya pada waktu kejadian ada di rumah. Karenanya ia tidak percaya terhadap tuduhan bahwa ia terlibat dalam perampokan di Landasan Ulin beberapa hari lalu.

"Tolong bebaskan anakku Yusni, inya kada besalah. Aku handak menjenguk aja kada boleh, maka dipukuli pulang, kasihan inya difitnah," katanya yang didampingi oleh istri Yusni dan anaknya yang berusia 2 tahun. Sambil terus menangis ia menceritakan, semenjak Yusni ditahan istri dan anaknya terbengkalai sehingga untuk makan terpaksa minta kepada keluarga lain.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Sudibyo MSc yang menemui para warga berjanji akan menindak tegas jika benar ada anggotanya yang menyalahi prosedur hukum.

"Saya menjamin jika benar terjadi hal demikian akan saya tindak. Namun polisi juga mempunyai HAM, kalau memang salah kita tindak. Selain itu kita akan cek dengan meminta saksi-saksi. Tidak hanya polisi, Kapolseknya pun akan saya tindak jika melanggar hukum," paparnya.

Setelah mendengar penjelasan Kapolda langsung maka massa membubarkan diri. Namun sebelumnya mereka berebutan bersalaman dengan Kapolda sambil tidak kuasa menahan tangis.c3


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Banjarmasin Plus
Tiga Tiung Kayu Ditangkap

Menangis Di Hadapan Kapolda


SA Abdis Jadi Pesakitan


17 PSK Terjaring Razia


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123