Banjarmasin,
BPost
Sekitar 100 orang warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Beruntung Baru Landasan Ulin
ramai-ramai mendatangi Mapolda Kalsel, Kamis (26/5) siang. Dengan mengendarai angkot,
warga mulai anak-anak hingga orang tua bermaksud menghadap Kapolda untuk meminta keadilan
berkaitan dengan penangkapan seorang warga setempat, Yusni yang dituduh ikut dalam aksi
perampokan.
"Kami ke sini hanya meminta keadilan saja agar Yusni, warga kami yang ditangkap
polisi sebagai tersangka perampokan diusut dengan benar. Karena kami yakin warga kami
tidak terlibat dalam perampokan tersebut. Kami mempunyai bukti dan saksi ketidakterlibatan
warga kami tersebut," kata Dedi salah seorang warga.
Ia menambahkan, warga Tambak Sari juga minta perlindungan hukum karena banyak warga
yang ditangkap tanpa alasan jelas, meskipun kini sudah dibebaskan. Bahkan lebih parah ada
anak berusia 12 tahun dipukul polisi hanya karena tidak mau menunjukkan nama seseorang.
Mereka menyatakan bersedia menyerahkan warganya apabila terbukti bersalah.
Menurut Bariah (60) ibu Yusni, anak lelakinya pada waktu kejadian ada di rumah.
Karenanya ia tidak percaya terhadap tuduhan bahwa ia terlibat dalam perampokan di Landasan
Ulin beberapa hari lalu.
"Tolong bebaskan anakku Yusni, inya kada besalah. Aku handak
menjenguk aja kada boleh, maka dipukuli pulang, kasihan inya
difitnah," katanya yang didampingi oleh istri Yusni dan anaknya yang berusia 2 tahun.
Sambil terus menangis ia menceritakan, semenjak Yusni ditahan istri dan anaknya
terbengkalai sehingga untuk makan terpaksa minta kepada keluarga lain.
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Sudibyo MSc yang menemui para warga berjanji akan
menindak tegas jika benar ada anggotanya yang menyalahi prosedur hukum.
"Saya menjamin jika benar terjadi hal demikian akan saya tindak. Namun polisi juga
mempunyai HAM, kalau memang salah kita tindak. Selain itu kita akan cek dengan meminta
saksi-saksi. Tidak hanya polisi, Kapolseknya pun akan saya tindak jika melanggar
hukum," paparnya.
Setelah mendengar penjelasan Kapolda langsung maka massa membubarkan diri. Namun
sebelumnya mereka berebutan bersalaman dengan Kapolda sambil tidak kuasa menahan tangis.c3