:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 02:17:43


Perikanan Coba Monosex Galah

Marabahan, BPost
Guna pembudidayaan udang galah asal Kalimantan yang semakin langka, Dinas Perikanan dan Kelautan Barito Kuala berencana melakukan pembudidayaan dengan metode monosex.

Dengan metode pembudidayaan khusus --udang jantan dengan betina, diharapkan akan menghasilkan udang yang besar dan berkualitas.

Hal ini diungkapkan Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Achmad Kusnandar MSi, melalui Kabid Bina Produksi dan Pengembangan Teknologi Ir Zulkipli Yadi Noor MSi, kemarin.

"Kita nantinya akan berupaya melakukan pembudidayaan udang galah dengan metode Monosex. Dengan metode ini diharapkan kualitas udang yang dihasilkan petambak akan bagus," papar Zulkifli.

Metode ini sendiri didapat dari pameran World Aquaculture 2005 di Bali, 15 Mei lalu dan diikuti oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Batola.

Ditambahkan Izul --panggilan akrabnya, dalam praktek dengan metode pemisahan (monosex, red), udang galah jantan dengan udang galah betina ini dipisahkan untuk pemeliharaannnya.

"Udang galah yang jantan mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi dan cepat besar. Sehingga hasil yang nantinya didapat juga memuaskan," ungkapnya.

Disinggung kendala pemisahan antara jantan dan betina ini, Izul mengatakan, tak ada masalah mendasar. Ini karena dari fisik saja telah diketahui apakah itu udang galah jantan maupun betina.

Udang galah jantan mempunyai capit, sedangkan betina tidak. Sekadar diketahui, mulai Januari lalu Dinas Perikanan Batola mulai melakukan pembesaran udang galah di pusat pembibitan Sei Kambat. Saat ini udang yang dipelihara sudah mulai besar.

Pada kesempatan itu, Izul mengatakan, acara perikanan tingkat dunia di Bali lalu dan diikuti 80 negara seluruh dunia tersebut, sangatlah berguna.

"Banyak masukan yang kita dapat dan akan kita coba di Batola. Pada pameran tersebut juga diadakan seminar serta tukar menukar informasi tentang dunia perikanan," paparnya.

Tak hanya masalah udang, pihaknya juga mendapatkan masukan bagaimana tentang pembudidayaan ikan antara lain nila. "Pokoknya, banyak masukan yang kita dapat. Meski kita akui ada sedikit ‘masalah’ bahasa pada seminar itu," ungkap Izul sambil tersenyum, seraya mengatakan hampir semua seminar menggunakan bahasa Inggris. dwi


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Diare Serang Anak-Anak

Distam Hambat Pembahasan Raperda


Hanya Dihadiri Tata Dan Syaidinoor


Irhami Siap Mundur


Truk Batu Bara Boleh Melintas


Mahasiswa Berprestasi Ditanggung


14 Saksi Diperiksa


Istri Arif Jawa Ditangkap


Jaringan Telepon Macet


Perikanan Coba Monosex Galah


Kavlingan RLI Bermasalah


Dari Kunker Komisi D Di Bima (1) Perda Jumat Khusyuk Didukung Penuh


Pasar Mahabbah Seminggu Selesai


Status 4.000 Log Tak Jelas


Menpera Resmikan Seribu Rumah


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123