Banjarbaru, BPost
Dugaan penipuan yang dilakukan direktur PT Rizki Lapana Insani (RLI) terhadap ratusan
nasabahnya, semakin kuat. Soalnya, meski telah menjual ratusan buah tanah kavlingan di
kawasan Jalan A Yani Km18 Liang Anggang Banjarbaru, ternyata hingga kini perusahaan itu
belum memiliki surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dari Kantor BPN Banjarbaru.
Dengan demikian, denah tanah yang ditawarkan kepada para nasabah selama ini, diyakini
hanyalah rekayasa yang dibuat oleh pihak PT RLI. Karena, Kantor BPN Banjarbaru tidak
pernah mengeluarkan gambar maupun denah tanah kavlingan, seperti yang dijual oleh PT RLI.
Kepala BPN Kota Banjarbaru, Drs H Noor Rahman, Kamis (26/5) menandaskan, kalau PT RLI
belum pernah mengajukan izin pengkavlingan tanah kepada mereka.
Menurut Noor Rahman, biasanya perusahaan yang mengajukan izin akan mendapatkan surat
IPPT, yang didalamnya turut terlampir denah tanah tersebut dan telah ditandatangani oleh
walikota Banjarbaru.
"Karena tidak pernah mengajukan izin, kami juga tidak pernah membuat gambar atau
denah tanah dikavlingkan oleh PT RLI di dekat jembatan Timbang Dishub Kalsel tersebut.
Kalaupun ada, itu bukan kami yang membuatnya," tegas Noor Rahman.
Sepengetahuan dirinya sebut Noor Rahman, lahan yang ada di kawasan A Yani Km 18 dekat
jembatan timbang itu, merupakan lahan milik CV Victorial, yang berkantor di Banjarmasin.
"Yang saya tahu tanah di sana adalah milik Pak Hasan Basri, Direktur CV Victorial.
Namun, mengenai bagaimana hubungan CV Victorial dengan PT RLI terkait dengan
pengkavlingan, saya tidak tahu," ungkapnya.
Sementara itu, Hasan Basri yang berhasil dihubungi melalui sambungan handphone menyatakan,
kalau PT RLI memang ada membeli tanah miliknya seluas 17 hektare dengan cara mencicil.
Namun, hingga jatuh tempo hanya dua sertifikat tanah seluas 3 hektare yang ditebus PT
RLI. Sisanya, masih menjadi milik CV Victorial.
"Itupun satu dari dua buah sertifikat tersebut telah dibeli oleh warga keturunan
cina, dengan cara melunasi cicilannya langsung kepada kami, karena PT RLI tidak bisa
melunasinya," ujar Hasan Basri.
Menurut Hasan Basri, bahwa gambar atau denah yang ditawarkan oleh PT RLI kepada
masyarakat itu palsu. Semuanya hanyalah buatan dari perusahaan tersebut.
"Kami juga sedang mencari-cari Noor Erliansyah. Karena saat itu, dia berjanji akan
melakukan pengerasan pada jalan masuk di kawasan tersebut, setelah kami melakukan
pembuatan badan jalan. Ternyata hingga saat ini tidak dilakukannya," sesal Hasan
Basri.
Sementara itu melalui sambungan telepon ke BPost Biro Banjarbaru, Dirtektur PT
RLI M Noor Erliansyah menyatakan, dirinya tengah sakit. Namun ia berjanji akan memberikan
klarifikasi melalui harian ini padi besok (hari ini Red). iid