Marabahan, BPost
Status 4 ribu log kayu reject --tak ekonomis-- asal Muara Teweh Kalimantan
Tengah (Kalteng), yang diangkut melewati Sungai Barito dan saat ini sedang diperiksa
Polres Batola, statusnya masih tak jelas.
Meski telah ditelisik sejak akhir pekan lalu, pihak penyidik Polres Batola belum
menentukan apakah kayu tersebut benar-benar reject, hingga diizinkan terus diangkut
ke Alalak Banjarmasin, atau justru diamankan karena ada yang bagus.
Selain itu, ribuan potong kayu tersebut hingga kini belum diperiksa oleh Dinas
Kehutanan Barito Kuala. Menurut sumber BPost, barang bukti itu sekarang berada di
sungai Barito, tepatnya di daerah Talaran, Kecamatan Tabukan.
Petugas Polres Batola serta Dishut Batola pun, tampaknya masih bimbang
memeriksa kayu-kayu itu. Ini berkenaan dengan adanya surat dari Dishut dan Polres Muara
Teweh, kalau ayu-kayu itu reject.
Kapolres Batola AKBP Drs H Tatang melalui Kasat Resrim Iptu Irianto yang dihubungi,
Kamis (26/5), mengakui ribuan potong log reject tersebut masih mereka periksa.
"Kita akan meminta Dishut untuk memeriksa, apakah kayu tersebut benar-benar reject,"
ungkapnya.
"Dari keterangan kayu-kayu itu reject. Karena tak ekonomis, maka akan
dibawa ke Alalak Banjarmasin," papar Irianto.
Terpisah, Kadishut Batola Ir Iwan Hernawan yang ditemui saat akan akan bertemu Kapolres
Batola, mengakui kalau kayu-kayu tersebut reject. "Berdasarkan surat (BAP)
yang diperlihatkan kepada kami, kayu tersebut adalah tak ekonomis," papar Iwan dengan
senyum.
Ia juga mengatakan saat ini masih menunggu petunjuk dari Dishut Propinsi,
berkait telah adanya BAP dari Muara Teweh bahwa kayu tersebut reject, dan biasanya
tak lagi dilakukan pemeriksaan.dwi