KONSEKWENSI jika terpilih menjadi Bupati Kotabaru, periode 2005-2010, hingga
tiga tahun tidak mampu menyelesaikan sarana air bersih, H Irhami Ridjani Rais, berjanji
akan mengundurkan diri dari jabatannya itu.
"Jika Allah SWT mengizinkan terpilih menjadi Bupati Kotabaru, program jangka
pendek mengenai air bersih menjadi prioritas utama. Jika hingga tiga tahun air bersih
masih menjadi persoalan warga Kotabaru, maka saya akan menyatakan mundur dari jabatan
sebagai Bupati Kotabaru," kata Irhami, Kamis.
Janji Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya yang mengambil cuti untuk mengikuti
pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Kotabaru periode 2005-2010 itu, usai ekspos
pemasangan baliho raksasa 7,5 m X 15 m, baliho yang berisi gambar Irhami Ridjani Rais
bersama Dulman SH itu dipampang di kompleks pembagunan Mall Bamega.
Sebagai keprihatinannya menyaksikan masyarakat Kotabaru setelah dipimpin beberapa
bupati dan tidak mampu menyelesaikan sarana air bersih, sehingga air bersih selalu jadi
persoalan setiap tahun, maka dia berjanjir akan memprioritaskan penanganan permasalahan
tersebut.
Oleh sebab itu dia berjanji dalam jangka pendek air bersih akan bisa dinikmati warga
Kotabaru hingga ke rumah masing-masing penduduk, dan air bersih tersebut tetap akan lancar
meskipun kemarau tiba.
Kotabaru yang merupakan kabupaten penghujung timur Kalsel dan berbatasan dengan
Kaltim serta Selat Makassar/Laut Sulawesi itu, dalam Pilkada 2005 menampilkan lima
pasangan calon bupati/wakil calon bupati (Cabup/Cawabup).
Kelima pasangan Cabup/Cawabup tersebut selain mantan Bupati Kotabaru periode 2000 -
2005 Sjachrani Mataja bersama Patizanolo, juga Fidaus Mansyori/Gariliyansah Basrindu, Tata
Anwar/Sabruddin Zein, serta Hj Suryantinah/Saidi Noor dan Irhami Rizami/Dulman. ant