Amuntai, BPost
Meski motif dan pelaku di balik terbakarnya Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih kabur, namun pihak Kepolisian
Resort (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) menyatakan sudah mempersempit fokus penyelidikan
untuk mengungkap kasus yang masih menjadi perbincangan hangat warga Amuntai ini.
Kapolres HSU AKBP Adi Karia Tobing, Rabu (26/5), mengatakan ada 14 saksi yang sudah
diperiksa dan dimintai keterangan. Mereka terdiri masyarakat sekitar, dua anggota Satpol
PP, BKD dan pegawai Satpol PP, anggota Polres yang jaga serta seorang pedagang es.
Saksi pedagang es diperiksa, karena saat kejadian melihat seorang tak dikenal berbaju
putih dengan sepeda motor kabur begitu saja setelah sempat berteriak api.
Soal fokus penyelidikan yang dikembangkan polisi? Kapolres menyatakan tak bisa
mengungkapkan hal ini kepada publik dengan alasan hal ini terkait kepentingan penyelidikan
polres. "Beri kami waktu untuk bekerja dengan baik," katanya.
Sementara, Kepala BKD HSU Achmadsyah Adnan mengklarifikasi bahwa isi brankas yang
berhasil diselamatkan bukan Rp150 juta seperti diberitakan Rabu (25/5). "Yang benar
Rp12.100.000, karena sesuai aturan isi kas bendaharawan tak boleh sampai 100juta,"
katanya sembari menambahkan hingga kini brankas besi itu belum di buka karema masih
menunggu tukang besi. "Nanti dibuka bersama petugas kepolisian," imbuhnya.
Hingga kemarin, pegawai BKD dan anggota Pol PP masih belum bisa melakukan aktivitas
pekerjaan, karena kantor sementara di gedung diklat belum siap.
Achmadsyah menyatakan perlu waktu satu minggu untuk persiapan kantor
sementara. han