Palangka Raya, BPost
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Palangka Raya secara resmi mengumumkan rencana
pemadaman listrik secara bergilir untuk beberapa daerah di Kalteng. Pemadaman tersebut
terpaksa dilakukan karena pemeliharaan serious inpection Unit 2 PLTU Asam Asam yang selama
ini menyuplai pasokan daya ke Kalsel dan Kalteng.
Pemeliharaan akan dilaksanakan selama dua bulan terhitung 10 Juni hingga 10 Agustus
mendatang. Akibatnya, PT PLN terpaksa melakukan pemadaman secara bergiliran di beberapa
daerah secara bergantian termasuk di Kalteng yang meliputi Palangka Raya, Kuala Kapuas,
Pulang Pisau dan Tamiyang Layang.
Pemadaman bergilir dilakukan saat beban puncak yaitu sekitar pukul 17:00 WIB sampai
21:00 WIB dengan interval pemadaman 10 hari menyala dan 1 hari padam. Selama masa
pemeliharaan daya akan berkurang 60 MW, untuk itu PLN melakukan upaya dengan menyewa
pembangkit sebesar 20 MW yang ditempatkan di Palangka Raya dan Kapuas serta dengan
percepatan HAR sebesar 15 MW sehingga kekurangan daya tinggal 20 MW.
"Kami mohon maaf pemadaman bergilir ini harus dilakukan karena untuk
mempertahankan usia pembangkit agar bisa bertahan lama. Nanti kami juga akan mengumumkan
kepada masyarakat jadwal pemadaman bergilir tersebut. Kalau masyarakat semua bisa
menghemat daya saat beban puncak, maka bisa saja pemadaman tidak perlu dilakukan,"
kata Manager PLN Cabang Palangka Raya, Warsono didampingi pejabat PLN setempat, Rabu
(25/5).
Menurutnya, PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di
antaranya dengan program jangka pendek seperti penyehatan mesin-mesin dan menyewa
pembangkit tambahan. Selain itu juga dilakukan perpercepatan pemeliharaan mesin, melakukan
PDKB pada jaringan 20 KV sehingga pemadaman berkurang, optimalisasi pengamanan transmisi
serta optimalisasi PLTA sehingga beroperasi secara maksimum.
Untuk jangka panjang, kata dia, PLN berupaya melakukan pengadaan PLTU 2x65 MW yang
dalam proses tender (2009/2010), pengadaan PLTG 1x50 MW di Trisakti (2007) serta pengadaan
PLTU kecil 1x10 MW di Kapuas (2007). Bahkan saat ini PLN juga telah bekerjasama dengan
pihak swasta untuk pembangunan pembangkit di Sampit dan Pangkalan Bun. mgb