:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 27 Mei 2005 01:32:21


Diduga Karena Over Dosis

Palangka Raya, BPost
Diduga karena over dosis (OD), Eko Susanto (22), menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya di Jalan Pingiun I No347, Kota Palangka Raya, Rabu (25/5) pukul 06:30 WIB. Dari mulutnya, ke luar cairan berwarna putih bercampur darah.

Sontak, penemuan itu kembali menggegerkan masyarakat Kota Canti. Pasalnya, sehari sebelumnya, Yudi Aditya Kusuma (34) ditemukan warga tewas menggenaskan setelah ditikam seterunya di Pertokoan Flamboyan Jalan A Yani.

Eko pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di ruang tamu oleh teman seprofesinya Maksi (23) sekitar pukul 06:30 WIB. Saat itu, Maksi bermaksud ke luar rumah dan membuka pintu agar terjadi sirkulasi udara di rumah mereka.

Namun, saat menginjakan kaki di ruang tamu, Maksi tersentak melihat Eko terbaring kaku di atas sofa. Dari mulutnya ke luar cairan berwarna putih bercampur darah.

Melihat kondisi demikan, Maksi kemudian membertahukannya kepada dua rekannya yang kebetulan berada di dalam rumah. Oleh mereka, hal iti dilaporkan kepada seorang bidan yang berada di dekat rumah mereka.

Tetapi karena kesibukannya, yang datang ke tempat kejadian hanya suami si bidan yang kebetulan seorang tim medis RSUD dr Doris Sylvanus.

Karena korban diketahui sudah tidak bernyawa lagi, Maksi dan kedua temannya kemudian melaporkan peristwa itu kepada aparat kepolisian.

Menurut sumber yang berhasil dihimpun BPost, ada dua versi berkait kematian lelaki berbadan tinggi dengan rambut keriting dan berkulit hitam tersebut.

Kata seorang warga setempat Ny Samsyah (63), korban tewas akibat jatuh. Tetapi, versi lain menyebutkan korban tewas akibat over dosis. Sebab, sebelum ditemukan tidak bernyawa lagi, korban sempat pesta minuman keras di dalam rumahnya.

"Setelah di PHK oleh PT Adhyaksa yang berdomisili di Kotawaringin Timur, Februari 2005 lalu, korban hanya menginap sementara di rumah Maksi," kata ibu tua itu.

Oleh aparat kepolisian mayat korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Doris Sylvanus untuk diotopsi. Sementara beberapa rekan korban kini masih dalam tahap pemeriksaan pihak kepolisian. buy/ck1


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Palangka Raya
Asmawi Gugat KPU

"Tidak Ada Alasan Membatalkan"


Listrik Byar Pet Dua Bulan


Derita Warga Di Tengah Rusaknya Jalan Penghubung (1) - Dua Bulan Tak Bisa Memasarkan Hasil Bumi


Usop Giliran Kampanye Pertama


Gunung Mas Tuntut Janji DPR-RI


Didukung DPC PKB Se-Kalteng


Diduga Karena Over Dosis


Modus Operandi Cukong Hindari Penertiban - Manfaatkan Jasa Warga Pribumi


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123