Bandung, BPost
Sekali lagi catur Kalimantan Selatan membuktikan sebagai yang terbaik seantero
Nusantara. Prestasi itu ditunjukkan pecatur andalan Bumi Lambung Mangkurat, MI Ir Danny
Juswanto yang menjadi jawara di turnamen catur Telkom Open VII 2005 di Bandung.
Dalam babak final yang berlangsung Selasa (26/5) di Ruang Kafetaria Divlat PT Telkom
Bandung tersebut, Danny menyingkirkan skuad Olimpiade Catur MI Ivan Situru 1,5 dan 0,5
dalam format play off catur kilat kontrol waktu lima menit.
Play off digelar menyusul nilai sama 8,5 victory point yang diraih oleh
empat peserta yakni Ivan Situru, Danny Juswanto, Taufik Halay dan Hamdani Rudin.
Namun menurut rata-rata rating dua tertinggi adalah Ivan dan Danny. Jadi, mereka yang
harus memperebutkan gelar juara pertama, sementara secara otomatis Taufik menduduki tempat
ketiga dan Hamdani keempat.
Sebelum memegang Rp11 juta yang merupakan hadiah buat jawara, peraih emas catur cepat
PON XVI Palembang itu menggulung GM Susanto Megaranto. Susanto yang tak lain adalah murid
Danny harus menyerah 1-0, sekaligus mengumpulkan kemenangan kedelapan.
Dalam event yang diikuti ratusan GM, MI, MIW, MF, MFW, MN, MNW, MP, MPW
tersebut, Danny bukan satu-satunya wakil Bumi Lambung Mangkurat. Terdapat 15 pecatur yang
dikirim Pengda Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalsel ke turnamen yang dimulai
20 Mei silam.
Salah satu peserta yang cukup berprestasi adalah Mirwansyah yang berada pada urutan
ke-39 dengan 7 vp. Sayang, pecatur ini memiliki kredit poin yang tidak terlalu bagus,
sehingga ia gagal memperbaiki posisi dari 28 pecatur yang juga memiliki 7 vp.
Selain itu, ada Rahmatullah yang berhasil mengumpulkan 6 vp dan berada di urutan 40
besar. Sementara pecatur yang mendapat wild card dari Percasi Kalsel, yaitu Edy
Rinaldy dan M Zulkifli Syam belum mampu menunjukkan prestasi.
"Kemenangan Danny dan keberhasilan pecatur Kalsel menembus lima puluh besar adalah
hasil yang memuaskan. Hanya saja, Kalsel tak boleh lengah dan terus berlatih, serta
mencari pengalaman dari event seperti ini," ungkap Sekretaris Umum Percasi
Kalsel, Drs Fahrurazie.
Melihat hasil ini, lanjut Fahrurazie, Percasi akan terus membina pecatur Kalsel ini,
baik bergelar master maupun non master. "Selain itu, kami tetap memprogramkan
mengirimkan pecatur mengikuti event luar daerah, buat menambah pengalaman bertanding
mereka," pungkasnya. c6