Banjarmasin, BPost
Upaya keras dilakukan Pengda Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI)
Kalimantan Selatan agar bisa mendulang medali di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas)
VIII di Medan, Juli mendatang.
Oleh karena itu, setelah menggelar seleksi pedayung pada akhir April lalu, PODSI
langsung mengadakan training center, Senin (30/5) untuk pembinaan lanjutan pedayung
junior selama satu setengah bulan, sebelum berangkat ke Medan.
Seleksi sendiri hanya diikuti dua Pengcab, yaitu Banjarmasin dan Barito Kuala dengan
total 22 pedayung dengan kategori kayak 1 (K-1) dan kayak 2 (K-2) 1000 meter, serta canoe
1 (c-1) dan canoe 2 (c-2) 1000 meter.
Namun, hanya tiga pedayung yang diikutkan ke training center, sekaligus
diberangkatkan ke Medan. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan administrasi usai seleksi,
terdapat banyak pedayung yang tidak sesuai kriteria Popnas.
"Dari pemeriksaan administrasi, ternyata banyak dari para pedayung yang putus
sekolah atau belum cukup umur. Atas alasan itu, diputuskan hanya tiga pedayung yang masuk
ke training center k-1, c-1 dan c-2," ungkap Donny Wirawan, pelatih PODSI
Kalsel.
Di kategori kayak 1 (K-1) 1000 meter, dipilih Rudi Juanda dari Banjarmasin. Pada saat
seleksi, ia menduduki peringkat keempat dengan catatan waktu 6 menit 26,98 detik.
Selanjutnya untuk kategori canoe 1 (c-1) 1000 meter dipilih Syahriannur.
Pedayung dari Banjarmasin ini merupakan peringkat pertama seleksi dengan catatan waktu 6
menit 09,35 detik.
Kemudian untuk kategori canoe (c-2) dipercayakan kepada peringkat dua seleksi,
Arbain yang juga berasal dari Banjarmasin dengan waktu 6 menit 13,98 detik.
Menurut Donny, awal pelaksanaan TC sempat dihinggapi kendala klasik, yaitu masalah
dana. Tetapi setelah diadakan pertemuan, diputuskan biaya training diperoleh dari sharing
antara PODSI Kalsel dan Pengcab Banjarmasin.
"Selain itu, kendala lain yang dihadapi sebelum TC adalah ketiadaan alat untuk
latihan beban atau weight training. Jadi, untuk latihan beban harus ke gelanggang
angkat berat empat kali seminggu. Padahal, situasi ini membutuhkan waktu, tenaga dan
biaya," papar Dony.
Dalam TC tersebut, lanjut Donny, tiga pedayung akan dievaluasi beberapa kekurangan yang
meliputi teknik dayung dan pencapaian target waktu maksimal.
"Evaluasi dan pembinaan akan dilakukan seketat mungkin, karena dayung cukup
potensial meraih medali. Berkaca dari prestasi di Popda VII di Makassar, Kalsel berhasil
berada di peringkat keempat," pungkas Donny. c6