KALIMANTAN kini dalam bahaya. Sejumlah proyek vital, khususnya kilang minyak di
Bontang, Kalimantan Timur kabarnya menjadi incaran serangan bom dari kelompok teror Dr
Azahari dan Noordin M Top. Warning ini dilontarkan oleh jajaran kepolisian, setelah
mereka mendeteksi pergerakan kelompok teror bom paling berbahaya itu sejak beberapa waktu
lalu.
Kapolri Jenderal Dai Bachtiar juga telah mengingatkan jajaran Polda Kaltim agar
selalu mewaspadai objek-objek vital lainnya, seperti tempat ibadah dan tempat keramaian,
guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
Warning dari kepolisian itu, memang tak bisa dianggap enteng. Sebab, berdasarkan
dokumen Jibril --jaringan kelompok Azahari-- yang disita aparat kepolisian sebelum 2000,
disebutkan bahwa Kaltim termasuk target sasaran teror bom selain Bali, Jakarta, Aceh dan
Riau. Dua daerah terakhir juga kaya dengan hasil tambang minyaknya.
Pihak Polda Kaltim sendiri mencurigai, para teroris itu bersembunyi di wilayah utara
Kaltim. Kawasan itu merupakan daerah yang sulit terpantau, karena jalur masuk di wilayah
yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia dan Filipina itu sangat banyak, bisa lewat
laut dan darat.
Selain sulit dipantau, wilayah utara Kaltim memang cukup rawan penyelundupan. Pada
1997, Polda Kaltim menangkap sekitar sembilan warga Filipina yang membawa senjata laras
panjang dan melakukan perompakan di wilayah tersebut.
Mengapa Azahari Cs mengincar Kaltim? Kita memprediksi, lantaran mereka ingin
mengacaukan perekonomian di negara ini. Seperti diketahui, Kaltim terkenal sebagai daerah
penyuplai devisa terbanyak ke pusat melalui hasil tambang minyaknya.
Sebelumnya, serangkaian aksi pemboman dahsyat yang pernah dilakukan kelompok Azahari,
seperti di Legian (Bali) dan Hotel JW Marriott (Jakarta) beberapa waktu lalu, memang tidak
terlalu berpengaruh besar terhadap perekenomian di tanah air.
Bisa jadi, kelompok Azahari dan Noordin M Top --yang menjadi buron kelas wahid jajaran
Polri ini-- mencoba cara baru untuk mengacaukan perekonomian di negara kita, yakni dengan
mengincar sarana vital di Kaltim tersebut.
Jauh sebelum terendus keberadaan kelompok Azahari tersebut, sejumlah perusahaan besar
minyak di Kaltim menjadi incaran kelompok militan dari Moro, Filipina Selatan. Kelompok
itu sendiri memiliki kaitan dengan Dr Azahari dan Noordin M Top.
Sebagai propinsi yang menjadi andalan pusat, karena hasil minyaknya, Kaltim harus bebas
dari ancaman teror bom. Apalagi, selama ini Kaltim dikenal sebagai penyuplai penuh bahan
bakar minyak (BBM) ke seluruh wilayah Kalimantan dan sebagian Sulawesi.
Karena itu, ancaman pemboman yang dilakukan kelompok Azahari itu harus dicegah. Kapolda
Kaltim sendiri pun langsung tanggap. Dia mengingatkan seluruh kepala satuan wilayah
(kasatwil) agar lebih waspada, dan memonitor segala bentuk gangguan di daerahnya.
Kita berharap, ancaman pengeboman tersebut tidak akan pernah terwujud. Sebab, kalau
semua kilang minyak di Kaltim hancur, maka Kalimantan kemungkinan lumpuh. Daerah yang
memiliki ketergantungan BBM dari Kaltim, tentu perekonomiannya sangat terpukul. Sebagai
gambaran, dalam kondisi normal saja, masyararakat di Kalsel sering menjerit akibat
terlambatnya suplai BBM dari Kaltim.
Kini, aparat keamanan, kepolisian dan TNI di wilayah Kalimantan mendapat PR besar.
Namun, kita pun --sebagai warga negara-- berkewajiban membantu aparat dalam memberantas
aksi biadab seperti yang dilakukan Azahari Cs tersebut.