SEBELUM usia 3 tahun, sebisa mungkin anak-anak harus dibiasakan menyikat gigi
dengan benar. Hal ini akan sangat membantu untuk membentuk kebiasaan mereka selalu menjaga
kesehatan gigi.
Demikian dijelaskan drg Niti Matram, dari rumah sakit Yadika Pondok Bambu, dalam satu
acara di Cilandak Town Square, Jakarta. "Anak-anak itu sedini mungkin harus diajarkan
menyikat gigi dengan benar, sehingga ketika besar mereka terbiasa patuh dengan kebiasaan
yang baik meskipun tanpa pengawasan," ujar drg. Niti Matram.
Jangan Ngedot Malam Hari
Selain itu, penting untuk mengingatkan orangtua yang memiliki anak balita agar tidak
membiasakan anak mereka ngedot pada malam hari.
"Selain menyebabkan gigis, kebiasaan ngedot akan membuat rahang anak cenderung
melengkung," kata drg. Niti Matram.
Kerugian lain kalau anak sering ngedot pada malam hari, lanjutnya, mereka akan cepat
kenyang dan menjadi tidak suka makan. Padahal, menjelang usia 10 tahun, gigi sedang dalam
masa peralihan dari gigi susu menjadi gigi tetap.
"Makanya, rahang harus dilatih dengan banyak mengunyah supaya rahangnya kembali
berkembang. Kalau ngedot terus dan jarang makan, rahangnya tidak terlatih," kata Niti
Matram lagi.
Makin sadarnya para orangtua terhadap kesehatan gigi, diakui drg Niti Matram sebagai
hal yang baik. Namun, perawatan gigi termasuk penggunaan asosories gigi harus lebih
memperhatikan kepentingannya, bukan sekedar ikut mode.
"Banyak orang tua sekarang yang minta anaknya dipasang kawat gigi hanya untuk
sekedar ikutan mode. Padahal, sebenarnya kawat gigi itu dibutuhkan kalau rahangnya kurang
untuk tempat tumbuh gigi," jelas niti Matram seraya menambahkan, anak-anak sebaiknya
baru boleh mengenakan kawat gigi jika sudah berusia 14 tahun karena akar giginya sudah
kuat.
Idealnya, penggunaan kawat gigi hanya 1 sampai 2 tahun dan harus dilakukan perawatan
setiap 6 bulan sekali untuk mengembalikan proses pengapuran gigi agar posisi gigi lebih
rapi.kcm