Makassar, BPost
Selama enam jam, Selasa (9/5), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencekam. Para
pengusaha di pusat-pusat pertokoan dan perbelanjaan serentak menutup usaha mereka.
Langkah itu diambil setelah beredar isu akan ada penyerangan oleh ribuan orang menyusul
tewasnya seorang pembantu rumah tangga di tangan seorang warga keturunan Tionghoa.
Kabar pembunuhan Hasniati (20), warga Sinjai, Sulsel, oleh majikannya, Wandi Sandiawan
(25), cepat menyebar dari mulut ke mulut. Wanita malang ini ditemukan tewas di kamar
tidurnya, Kamis lalu. Isu yang berkembang, korban menemui ajalnya akibat diperkosa dan
dianiaya majikannya yang kabarnya mengalami gangguan jiwa.
Tragedi Hasniati yang memancing reaksi massa ini tercium Jakarta. Wakil Presiden Jusuf
Kalla langsung meminta Gubernur Amin Syam dan Kapolda Irjen Aryanto Budihardjo serta
Walikota Makassar Ilham Arief Siradjuddin menjaga situasi menyusul beredarnya isu
kerusuhan.
"Semua harus menjaga Makassar. Siapa yang bersalah, harus dihukum sesuai aturan
hukum. Jangan ada tindakan main hakim sendiri," tegas Kalla yang kemarin petang
khusus menggelar jumpa pers, di istana wapres.
Kalla meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh kelompok yang sengaja
ingin memperkeruh suasana. "Jangan menegakkan hukum dengan melanggar hukum,"
tuturnya.
Wapres tidak menghendaki adanya kerusuhan berbau SARA. "Di Makassar sudah beberapa
kali terjadi kerusuhan berbau SARA. Jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini. Jika
terjadi akan terjadi kemunduran kota. Ekonomi akan sulit," cetusnya.
Mabes Polri belum menginstruksikan polda sekitar untuk mem-back up pengamanan
yang dilakukan Polda Sulsel. "Hingga kini Polda Sulsel masih mampu mencegah munculnya
bentrok massa di Kota Makassar," kata jurubicara Mabes Polri Brigjen Anton Bachrul
Alam di Mabes Polri.
Polda Sulsel juga telah menjaga pintu masuk Kota Makassar yang berbatasan dengan
Kabupaten Gowa dan Kabupaten Sinjai.
Dari pantauan BPost, lebih dari seribu personel polisi gabungan empat kepolisian
resor di Sulsel dikerahkan mengamankan kawasan di sekitar Jalan Gunung Latimojong. Lokasi
itu menjadi tempat konsentrasi kerumunan massa sejak pagi hingga petang. Para pemilik toko
tetap menutup usahanya, takut terjadi peristiwa mengerikan seperti 1997.
Ditangkap
Kapolda Sulsel Irjen Aryanto Budihardjo mengatakan situasi keamanan di Kota Makassar
masih terkendali. Aparat kepolisian dan dibantu TNI menjaga setiap sudut kota.
Aryanto menegaskan, tidak ada penemuan jenazah dalam keadaan membusuk di Ruko Nomor 8 A
milik keluarga Wandi Tandiawan, seperti isu yang beredar di masyarakat.
"Tersangka, Wandi Tandiawan sudah kita tahan," jelas kapolda didampingi
Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Arief Budi Sampurno, Pangkoopsau II, Kajati Sulsel, ketua
Pengadilan Tinggi Sulsel, Wagub Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar Ilham Arief
Sirajuddin, dalam jumpa pers yang digelar khusus, kemarin petang.
Menurut Aryanto, peristiwa itu bermula Kamis (4/5), dimana Wandi Tandiawan yang diduga
mengalami gangguan jiwa menganiaya Hasniati. Korban dibawa ke sebuah rumah sakit namun
akhirnya meninggal dunia dalam perawatan Sabtu. Jenazah Hasniati kemudian dibawa ke rumah
orangtuanya di Kabupaten Sinjai dan telah dikebumikan.
Aryanto menerangkan Wandi Tandiawan diduga mengalami kelainan jiwa karena ibunya juga
sering dianiaya. Demikian Nurbaya, pembantu rumah tangga lainnya, juga menderita luka-luka
karena penganiayaan Wandi.
A Amin, seorang keluarga korban, mengatakan saat tiba di Sinjai, jenazah Hasniati sudah
membusuk. Artinya korban tewas beberapa hari sebelumnya.
Polisi telah membawa seluruh keluarga korban dari Sinjai ke Makassar dan polisi
mengamankan keluarga tersangka untuk menghindari tindakan anarkis dari pihak lain.
Diperkosa
Kabar yang beredar di kalangan warga, Wandi telah memperkosa dan membunuh Hasniati.
Peristiwanya terjadi pada Sabtu lalu.
Tersangka Wandi Tandiawan membawa jenazah korban menggunakan ambulans ke kampung
halamannya di Dusun Bulujamping, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten
Sinjai. Kepada keluarga korban, Wandi beralasan Hasniati meninggal karena terjatuh dari
lantai tiga rumahnya.
Namun, Nurbaya (18), rekan korban sesama pembantu rumah tangga yang juga mengalami luka
parah dianiaya Wandi, menceritakan peristiwa mengenaskan yang dialami Hasniati kepada
sejumlah orang. Cerita Nurbaya kemudian berkembang dan mendapat simpati banyak kalangan.
Inilah yang membuat sejumlah keluarga korban emosi dan mendatangi kediaman Wandi
Tandiawan. Kedatangan puluhan warga ini mengundang reaksi warga sekitar dan ikut
bergabung. Hanya dalam hitungan menit, sekitar 800 warga berkumpul di sekitar kompleks
ruko Pelita Marga Mas blok A 8 Jl Latimojong.
Berbagai isu beredar cepat. Disebutkan, sekelompok massa telah melakukan pengrusakan
dan pembakaran terhadap sejumlah pusat pertokoan. Namun ketika BPost melakukan
pengecekan, ternyata tidak ada kerusakan di lokasi yang disebut-sebut telah dirusak massa.
Menenangkan warga, sejumlah pejabat pemerintahan dan kepolisian turun menenangkan
warga. Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Wakil WaliKota Andi Herry Iskandar
beberapa kali berupaya membubarkan massa.
Bahkan, Bupati Sinjai, Rudiyanto Asapa berangkat dari Sinjai menuju Makassar ikut
membantu menenangkan warga yang mulai marah.
Wandi Tandiawan, pria pengangguran, kini ditahan di Mapolwil Makassar. Tersangka
ditangkap Senin lalu di kediamannya, di Ruko Blok A8, Kompleks Pelita Mas, Jl Gunung
Latimojong.
"Dia kami tangkap berdasarkan kecurigaan adanya ambulan ke rumah orangtua korban,
di Sinjai," kata Kapolwiltabes Makassar Komisaris Besar RM Kurniawan.
"Kita akan melakukan otopsi kalau pihak keluarga memberikan izin," imbuh dia
didampingi Wakil Asisten Intel Kodam VII/Wirabuana Letkol Rudy Polandi.
Massa Bubar
Hingga petang, massa masih bergerombol di sepanjang kawasan pertokoan Latimojong.
Sebanyak dua peleton petugas kepolisian berusaha membubarkan massa. Massa akhirnya
membubarkan diri menjelang bedug Isya.
Meski aparat kepolisian sudah mengumumkan pembunuh Hasniati sudah ditangkap, suasana
kota Makassar masih mencekam. Sebagian besar toko di jalan utama kota Makassar tutup. Isu
akan ada kerusuhan dengan motif SARA semakin santer berseliweran.
Dari pantauan harian ini, pukul 18.00 Wita, toko-toko di kawasan Jl Veteran, Jl Tentara
Pelajar, Jl Bawakareng, dan Jl Latimojong tutup. Padahal, pada hari-hari biasa, pertokoan
tutup pukul 21.00-22.00 Wita.
Gubernur Sulsel HM Amin Syam meminta Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengimbau
para pengusaha membuka kembali toko-tokoh. Dia juga minta masyarakat tetap tenang dan
mencegah tindakan anarkisme serta memberikan kepercayaan penuh kepada aparat keamanan .
Sementara puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar melakukan razia
kendaraan yang melintas di depan kampus UIN Makassar mencari warga keturunan.
Seorang warga keturunan yang tidak tahu-menahu masalah dipaksa turun dari mobilnya dan
langsung digiring ke gedung rektorat. Pria itu dilepas setelah sebelumnya dipaksa mengecam
pembunuhan terhadap pembantu rumah tangga oleh majikannya tersebut. JBP/TJ/cr1/rex/jum/rir/ink//lim/opi//bie/fir/zil