:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 19 Mei 2006 03:39:16


Malaysia Bangun Pabrik Di Kalsel

Banjarmasin, BPost
Komputer bukan lagi barang mahal di Kalimantan Selatan. Dalam waktu dekat, provinsi ini akan memiliki pabrik komputer hasil kerja sama Universitas Utara Malaysia (UUM) dengan Universitas Lambung Mangkurat dan Istitut Agama Islam Negeri Banjarmasin.

Adalah Serendit Komputer, badan usaha yang bernaung di bawah UMM yang berniat membangun pabrik komputer berharga murah tapi berkualitas ekspor di Kalsel itu. Perusahaan ini memproyeksi tiap tahun bisa memproduksi 5.000-10.000 unit komputer.

Sebagai tahap awal, kata Rektor UUM Dato Nurdin Kardi dalam acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Graha Abdi Persada, kantor Pemprov Kalsel, Kamis (18/5), akan disiapkan dana 8 juta ringgit atau Rp19,2 miliar untuk lahan dan pembangunan pabrik. "Peralatannya akan kami kirim langsung dari Malaysia," jelas Dato Nurdin.

Disebutkan dia, pemilihan lokasi pabrik di Kalsel dikarenakan tersedia tenaga kerja yang cukup plus posisi strategis provinsi ini di Indonesia. Indonesia sendiri, menurut Nurdin, dengan penduduk sekitar 220 juta jiwa memiliki peranan penting dalam percaturan global di masa mendatang. Kondisi ini sangat berbeda dengan Malaysia yang hanya berpenduduk sekitar 26 juta jiwa. "Dan yang terpenting, pembangunan pabrik komputer di Kalsel juga demi menunjang pendidikan di Unlam, IAIN dan UMM," katanya.

Dijelaskan Nurdin, Serindit Komputer sudah berjalan enam tahun dengan kemampuan produksi 300 unit per hari. Komputer hasil produk Serindit selain dijual di Malaysia, juga dipasarkan ke beberapa negara seperti Kamboja, Myanmar dan beberapa negara Timur Tengah.

Ditambahkan Direktur Serindit Komputer Abd Ghani B Golamdin, untuk mempercepat pembangunan pabrik komputer itu pihaknya akan mempelajari berbagai peraturan pemerintah Indonesia terkait penanaman modal dan pajak.

"Kami berharap ada kemudahan sehingga kalau harga sebuah laptop dengan kualitas bagus 8.000 ringgit Malaysia, produk laptop yang sama tapi buatan pabrik komputer di Kalsel bisa sekitar 4.000 ringgit Malaysia (Rp3 juta-an, Red)," katanya.

Ditanya kapan rencana tersebut dimulai, Abd Ghani mengatakan semua tergantung cepat atau lambatnya sikap Pemprov Kalsel. Sebab, sebut dia, semuanya harus mengacu pada aturan yang berlaku di daerah, seperti izin usaha hingga masalah pajak.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Rasmadi menyatakan, selain menjajaki pembangunan pabrik komputer, saat ini yang sudah disepakati adalah kerjasama pertukaran mahasiswa dan dosen Unlam dan IAIN dengan UMM masing-masing 10 orang. Selain itu direncanakan pengiriman pelajar SMU dan aliyah berprestasi dari Kalsel ke UMM.

Masih Kecil

Di Kalsel sendiri komputer masih termasuk barang mewah. Pemakai komputer di Kalsel masih sekitar 10 persen dari 3.054.129 jiwa penduduk Kalsel (sensus 2002). "Menurut data, di daerah ini setiap bulan terjual 500 unit komputer. Artinya dalam setahun hanya 6.000 unit," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Kalsel, Saridi Salimin kepada BPost.

Kondisi ini, menurut Saridi, sangat jauh berbeda dengan Bandung, Jabar yang setiap bulannya sekitar 5.000 unit komputer terjual. Demikian pula Yogyakarta 4.000 unit terjual setiap bulannya.

"Karena memang kedua kota itu banyak pelajar dan mahasiswa. Mereka yang sekolah di sana adalah orang berkecukupan sehingga komputer menjadi kebutuhan," paparnya.

Saridi menyambut gembira keinginan Malaysia membangun pabrik komputer di Kalsel. "Itu investasi bermanfaat. Dengan adanya pebrik komputer, harga bisa ditekan," katanya.

Selain itu, imbuh Saridi, akan terbuka lapangan kerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kita jangan hanya disodori barang berupa komputer saja, tapi bisa juga membuatnya. Ini merupakan kemajuan di bidang teknologi yang luar biasa," ucapnya.

Di Banjarmasin ada sekitar 40 pengusaha komputer yang menjual berbagai produk yang seluruhnya berasal dari luar negeri. "Sebenarnya, Kalsel sempat memiliki produk komputer lokal bernama PC Kalcom. Demikian pula di Kaltim dengan PC Kaltim dan PC Itah di Kalteng.

Produk-produk itu didukung Intel, pabrik komputer ternama di dunia. Namun, sekarang di Kalsel sudah tidak ada lagi, karena tidak ada lagi dukungan dari pemerintah daerah," beber pemilik PT Amalia Nur Wisata, Tours and Travel ini. ck5/tri/kcm


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Malaysia Bangun Pabrik Di Kalsel

Beasiswa Gratis Ke Eropa


Merapi Segera Tenang


TKW Disetrika Hingga Tewas


Somasi FBR


Iqbal, Bocah Korban Peluru Nyasar Kini Lumpuh
"Om-om Saya Ikut Shalat Di Masjid, Ya?"


Perayaan Barca Rusuh


Ironi Lehmann


Rongga Otak Soeharto Rusak


Kredit Fiktif BNI
Mantan Kabareskrim Terima Rp1,8 M


Saya Ampuni Soeharto? Ngawur Itu!


Saya Bosan!


Lima Pengolok Nabi SAW


Lidya Terancam Pasal Berlapis


Dinkes Selidiki Babi


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123