:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 20 Mei 2006 04:06:40


Presiden Siapkan Upacara Tutup Usia

  • Soeharto tersenyum
  • Joko Bodo: Sulit meninggal
  • Gus Dur desak diadili

Jakarta, BPost
Di saat tuntutan rakyat mengeras terhadap peradilan HM Soeharto, diam-diam pemerintah menyiapkan upacara kenegaraan untuk mengantisipasi kemungkinan mantan Presiden RI kedua itu tutup usia.

Kematian memang di tangan Tuhan. Tapi manusia berkewajiban mempersiapkan segala kemungkinan. Mulai Jumat (19/5) kemarin, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk upacara kenegaraan.

"Presiden sudah memanggil Panglima TNI, Menko Polhukam dan Menteri Agama, untuk membicarakan semua kemungkinan yang ada," tutur Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, kemarin.

Ketika pejabat teras itu dipanggil beberapa saat setelah Presiden menjenguk Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jumat pagi. "Presiden minta masukan tentang kondisi terakhir (Soeharto) dan laporan sesuai porsi tugas masing-masing," kata Andi Mallarangeng, Jubir Kepresidenan.

Menurut Andi, Soeharto dalam kondisi sadar saat ditemui Yudhoyono dan tampak ingin berkomunikasi dengan presiden. Namun, sulit terlaksana meski telah dibantu Mbak Tutut.

"Presiden akhirnya berbicara dengan pihak keluarga dan tim dokter tentang kesehatan Pak Harto. Tidak sempat membicarakan pengendapan kasusnya, di sana cuma 20 menit," tutur Andi.

Sekitar pukul 07.45 WIB, Presiden yang mengendarai mobil pribadi Mercedez warna hitam Nopol B 1905 BS, menjengkuk Soeharto. Ia didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Seskab Sudi Silalahi, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. "Menjadi kewajiban moral saya untuk menjenguk beliau," kata Presiden.

Presiden memerintahkan tim dokter kepresidenan untuk merawat dan mengobati Soeharto semaksimal mungkin. "Saya ingin pengobatan dilakukan sebaik-baiknya, siapa pun itu baik pemimpin sekarang atau ke depan. Dan ini sebagai bagian dari kearifan bangsa," tandas Yudhoyono.

Tak hanya presiden, Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma’arif malah sempat membuat gempar. Usai menjenguk Soeharto, Kamis (18/5), ia mengimbau bangsa Indonesia agar mendoakan Soeharto untuk pergi dengan khusnul khotimah. Alasannya, kondisi kesehatannya memburuk.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Yorris Raweyai pun meramaikan kesungguhan gawatnya jiwa Soeharto. Yorris menepis rumor yang menginformasikan Soeharto sudah meninggal, usai menjenguk Soeharto pukul 17.20 WIB kemarin.

Kegawatan Soeharto baru sirna, tatkala Menteri Urusan Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta menjenguknya pukul 15.30 WIB. Meutia meyakinkan Soehartp masih sadar dan bisa tersenyum. "Saya mengatakan (kepada Soeharto) mewakili keluarga Hatta. Beliau bilang, oh iya," beber Meutia.

Direktur RSPP Adji Suprajitno mengemukakan, kondisi Soeharto belum banyak berubah. "Sejak operasi hingga selesai tidak diperoleh hal-hal luar biasa. Masa kritis Pak Harto belum terlewati," ungkap Adji. Hingga kemarin Soeharto masih menggunakan alat pacu jantung dan alat bantu pernapasan.

Kalitan Adem Ayem

Meski kesehatan Soeharto memburuk, suasana di Ndalem Kalitan Solo, tetap biasa. Tak ada kegiatan mencolok di kediaman pribadi Soeharto itu. Kepala rumahtangga Kalitan, Sriyanto, menolak berkomentar terkait kondisi Soeharto yang kritis. "Jangan nggege mongso (mendahului kehendak Tuhan). Sebaiknya, kita berdoa bersama-sama untuk kesembuhan beliau," katanya.

Ndalem Kalitan adalah rumah Soeharto yang dibeli sekitar tahun 1969. Rumah tersebut awalnya milik Gusti Ratu Alit, puteri Pakubuwono X. Layaknya rumah bangsawan tempo dulu, rumah yang terletak di Jl Kalitan ini dekat Istana, sekitar 3 km dari arah barat daya Keraton Kasunanan Solo atau 2 km sebelah barat Istana Mangkunegaran. Ketika Ny Tien Soeharto meninggal, jenazah disemayamkan di rumah itu sebelum dibawa ke makam keluarga Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar.

Pasang-surut berikut kontroversi sakit Soeharto ini menurut kaca mata bathin Ki Joko Bodo, berhubungan dengan hal-hal mistis. Soeharto digambarkan sebagai tokoh Kejawen yang yang dipenuhi aura kekuatan. Dan di usianya yang sudah sepuh, sewajarnya membersihkan aura itu.

"Secara spiritual dia harus melakukan acara-acara ritual guna mencabut semua kekuatan atau ilmu mistik yang dimiliki," kata paranornal laris ini di Hotel Ibis Malioboro, Yogyakarta.

Menurut pria yang mempertinggi ilmu kanuragannya dengan bersemedi di gunung-gunung ini, aura kekuatan yang melekat pada Pak Harto menyebabkan dia tidak mempan didemo atau pun dihujat. "Karena banyak aura mistik yang memancar dari dalam tubuhnya sebagai proteksi dirinya," katanya.

"Karena pengaruh kekuatan yang lain dalam dirinya itu yang sangat kental, apa yang dimiliki Soeharto adalah kekuatan supranatural yang luar biasa. Ketika (ada yang) berhadapan di depan dia, langsung takluk dan hormat," tandas pria yang pernah masuk MURI karena berhasil menggendam seratus orang hingga tertidur selama 10 menit di TMII itu.

Ini memang pendapat mistis. Boleh percaya, boleh tidak. Tapi, bukankah presiden-presiden di Indonesia juga percaya dengan dunia klenik ini? Sampai-sampai media asing terkemuka, The New York Times pernah memberitakan tentang klinikisme para presiden RI.

Artikel yang dimuat pada edisi 20 Agustus 2001 itu berjudul, Jakarta’s Rulers Ever in Need of Ghostly Guidance.JBP/kcm/dtc/mic/ant/ade/yul


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Presiden Siapkan Upacara Tutup Usia

Saatnya Rakyat Menagih Janji


Diet Kalori, Mengulur Umur


Sri Mulyani: Mandirikan Anak


Prahara Pernikahan Tommy-Tata
Mbak Tata Dikabarkan Menikah Lagi


Aktivis Kepung Cendana


Nyesal Beri Kartu Merah


Iqbal Masih Kritis


KY: Copot Hakim Suap!


Rumah Bupati Dibakar Preman


Mbah Maridjan Batasi Tamu


Yudhoyono-Howard Segera Bertemu


Venezuela: Iran Bukan Teroris


Sesama Palestina Bentrok


Filipina Tahan 2 ABK RI


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123