:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 23 Mei 2006 04:13:24


Halimah Dobrak Rumah Mayangsari

Jakarta, BPost
Prahara rumah tangga Bambang Trihatmodjo mencapai puncaknya. Di tengah hujan gerimis, Minggu (21/5) malam, Ny Halimah Agustin Trihatmodjo disertai dua anaknya, Gendhis dan Pandji, serta dua pengawal, mendobrak rumah artis Mayangsari di Jalan Simprug Golf XV/36, Jakarta Selatan.

Bambang, putra ketiga mantan Presiden Soeharto, yang berada di dalam rumah Mayangsari, dibuat tak berdaya. Bahkan, Bambang harus menerima pukulan putranya, Pandji Adhikumoro Trihatmodjo. Wajah Bambang pun lebam-lebam.

Penyerbuan Ny Halimah bersama dua anaknya itu sungguh di luar dugaan. Halimah bersama Gendhis dan Pandji melabrak ke rumah Mayang dengan mendobrak pagar setinggi dua meter dengan mobil hingga jebol, diteruskan pengrusakan kaca-kaca rumah.

"Bunyinya keras banget. Waktu kami coba melihat, ada perempuan teriak, ‘jangan mengintip’. Kami masuk lagi, takutnya ada yang bawa pistol," tutur tetangga rumah Mayangsari kepada wartawan BPost, Senin (22/5).

Belum diketahui kondisi Mayangsari saat peristiwa penyerbuan Ny Halimah bersama kedua anaknya. Kabar yang beredar menyebutkan, Ny Halimah dan Mayangsari sempat terlibat pertengkaran hebat hingga keduanya saling menjambak rambut.

"Habis itu, Mayangsari kelihatan lari keluar ke rumah Pak RT meminta perlindungan. Dia dijambak-jambak, gitu," tutur saksi yang mengaku tetangga Mayangsari.

Dia mengaku tidak tahu persis siapa penjambak Mayangsari, Halimah ataukah Gendhis. Sayangnya, rumah ketua RT I/RW 08, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, tempat Mayangsari tinggal, kemarin, terlihat tak berpenghuni.

Menurut seorang saksi mata, beberapa saat setelah mobil BMW X5 yang ditumpangi Halimah menabrak pagar rumah Mayangsari, terdengar bunyi kaca pecah dan pertengkaran hebat.

BPost yang berada di sekitar lokasi, menyaksikan sisa kaca pecah terlihat hingga kemarin siang, tapi sudah ditutup kardus dan triplek. Letak kaca di sisi kanan dan kiri pintu utama. Terlihat pula ceceran darah yang sudah mengering di sekitarnya.

Sementara kamar Mayangsari berada di lantai II diobrak-abrik. Tidak jelas apakah itu dilakukan Halimah, Gendhis, Pandji atau empat bodyguard mereka.

"Petugas datang sudah melihat situasi kamar Mayang diobrak-abrik. Belum diketahui siapa yang melakukannya. Penyelidikan masih berlangsung," ujar satu petugas yang datang ke lokasi setelah kejadian.

Petugas menemukan tisu dengan bercak-bercak darah. Juga ditemukan sandal yang diduga milik Halimah. Menurut polisi, tisu itu bekas darah Halimah yang terluka karena terkena pecahan kaca.

Mayang Lolos

Sementara informasi lain menyebutkan, dalam suasana hujan gerimis, Halimah, Gendhis, dan Pandji datang ke Simprug dengan mengendarai mobil BMW seri X5 warna hitam. Sedang pengawalnya mengendarai mobil terbuka alias pikap.

Mobil pikap langsung menghajar pagar besi tempa setinggi 2 meter di rumah Mayangsari. Mobil ini akhirnya menjebol gembok pagar. Setelah pagar terbuka, Halimah bersama Gendhis dan Pandji langsung menuju teras rumah Mayangsari. Pagar sepanjang enam meter itu terlepas dari rel.

Tapi beberapa saksi mata menuturkan bahwa mobil BMW X5 ditabrakkan ke pagar rumah Mayangsari untuk memudahkan Halimah masuk ke teras. Suasana Simprug mencekam. Para tetangga hanya berani mengintip dari rumah masing-masing.

Saat terdengar pagar ditabrak mobil hingga mengeluarkan suara keras, Bambang keluar rumah melalui pintu samping garasi dan langsung menemui Halimah yang sudah berada di teras. Menurut sumber, Pandji cekcok mulut dengan bapaknya, dan sempat mendobrak pintu utama.

Karena pintu utama rumah Mayangsari tidak bisa dibuka, Halimah ambil botol untuk memecahkan kaca dua jendela. Bambang tak kuasa menahan amukan Halimah dan anak-anaknya.

Lewat jendela itu pula, Halimah masuk ke rumah mencari Mayangsari yang sibuk mendekap putrinya.

Di dalam, kaca dua jendela kamar Mayangsari juga dipecahi. Bambang masih berusaha menahan amarah anak istrinya dengan cara menerobos melalui kaca yang pecah, karena pintu garasi sudah ditutup dari dalam.

Tapi saat itu, Mayangsari sudah membaca gelagat buruk. Ia buru-buru keluar dari kamar dan bersembunyi di garasi. Ketika Halimah dan Panji menggeledah kamar sambil mengumpat-umpat, salah seorang penjaga rumah Mayang dan Bambang mencoba menghalanginya.

Saat itulah Mayang menyelamatkan diri keluar rumah melalui pintu garasi. Mayang lari ke rumah salah seorang tetangganya.Halimah masih mencarinya ke kamar anak Mayang, Khirani Siti Hartina. Mereka menggedor kamar tersebut namun pintu tidak terbuka. Di kamar hanya ada anak Mayang dan baby sitter.

Dipukuli

Soal saling jambak dibantah Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wiliadi Wizar. "Tidak ada aksi jambak-jambakan. Tapi, kalau pemukulan terhadap Bambang oleh Pandji, memang benar," jelas dia kepada wartawan, di Mapolres Jaksel.

Menurut Wizar hingga kemarin pihaknya sudah memeriksa empat saksi, yakni Bambang Trihatmodjo, Mayangsari serta dua penjaga rumah Mayangsari, Sadi bin Darma dan Mat Basor.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jaksel, Komisaris Suyudi Ario, menyebutkan, polisi menemukan barang bukti berupa pisau dari lokasi kejadian. Namun, dia belum dapat memastikan pengguna pisau tersebut.

Mayang Sembunyi

Di manakah Mayangsari setelah dilabrak Halimah? Pembantu rumah Mayang mengaku tidak tahu di mana keberadaan majikannya. Mayangsari memilih sembunyi di dalam rumah. Dugaan keberadaan Mayangsari di rumahnya di Simprug, timbul dari kedatangan sang adik, Gita, Senin (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Gita yang nampak tergesa-gesa, tiba di rumah Mayangsari mengendarai mobil Hyundai Trajet. Dia datang bersama suami dan bayinya.

Saat diserbu wartawan, begitu keluar dari mobil tak ada kata yang terucap dari mulut adik pelantun Harus Malam Ini itu.

Ia hanya melambaikan tangan seraya bergegas masuk ke rumah Mayang.JBP/yul/wk


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Halimah Dobrak Rumah Mayangsari

"Jangan Lindungi Pejabat Korup"


Soeharto Berdzikir


Persaudaraan Kunci Kejayaan Banjarmasin


Tragedi SISWA SMA DI PANTAI KUTA
Dalam Sekejap Sudah Jauh Dari Pantai


Sewa Rahim Sah Saja


Lupakan Masa Lalu


Cemburu, Rebutan Harta?


Berebut SLT 5 Luka-luka


Ancam Binasakan Saksi


Terdakwa Suap MA Wafat


Nama Presiden Dicatut


Obat China Renggut 9 Nyawa


Dirut PLN Disel Hingga Juli


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123