Jakarta, BPost
Prahara rumah tangga Bambang Trihatmodjo mencapai puncaknya. Di tengah hujan gerimis,
Minggu (21/5) malam, Ny Halimah Agustin Trihatmodjo disertai dua anaknya, Gendhis dan
Pandji, serta dua pengawal, mendobrak rumah artis Mayangsari di Jalan Simprug Golf XV/36,
Jakarta Selatan.
Bambang, putra ketiga mantan Presiden Soeharto, yang berada di dalam rumah Mayangsari,
dibuat tak berdaya. Bahkan, Bambang harus menerima pukulan putranya, Pandji Adhikumoro
Trihatmodjo. Wajah Bambang pun lebam-lebam.
Penyerbuan Ny Halimah bersama dua anaknya itu sungguh di luar dugaan. Halimah bersama
Gendhis dan Pandji melabrak ke rumah Mayang dengan mendobrak pagar setinggi dua meter
dengan mobil hingga jebol, diteruskan pengrusakan kaca-kaca rumah.
"Bunyinya keras banget. Waktu kami coba melihat, ada perempuan teriak,
jangan mengintip. Kami masuk lagi, takutnya ada yang bawa pistol," tutur
tetangga rumah Mayangsari kepada wartawan BPost, Senin (22/5).
Belum diketahui kondisi Mayangsari saat peristiwa penyerbuan Ny Halimah bersama kedua
anaknya. Kabar yang beredar menyebutkan, Ny Halimah dan Mayangsari sempat terlibat
pertengkaran hebat hingga keduanya saling menjambak rambut.
"Habis itu, Mayangsari kelihatan lari keluar ke rumah Pak RT meminta perlindungan.
Dia dijambak-jambak, gitu," tutur saksi yang mengaku tetangga Mayangsari.
Dia mengaku tidak tahu persis siapa penjambak Mayangsari, Halimah ataukah Gendhis.
Sayangnya, rumah ketua RT I/RW 08, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama,
tempat Mayangsari tinggal, kemarin, terlihat tak berpenghuni.
Menurut seorang saksi mata, beberapa saat setelah mobil BMW X5 yang ditumpangi Halimah
menabrak pagar rumah Mayangsari, terdengar bunyi kaca pecah dan pertengkaran hebat.
BPost yang berada di sekitar lokasi, menyaksikan sisa kaca pecah terlihat hingga
kemarin siang, tapi sudah ditutup kardus dan triplek. Letak kaca di sisi kanan dan kiri
pintu utama. Terlihat pula ceceran darah yang sudah mengering di sekitarnya.
Sementara kamar Mayangsari berada di lantai II diobrak-abrik. Tidak jelas apakah itu
dilakukan Halimah, Gendhis, Pandji atau empat bodyguard mereka.
"Petugas datang sudah melihat situasi kamar Mayang diobrak-abrik. Belum diketahui
siapa yang melakukannya. Penyelidikan masih berlangsung," ujar satu petugas yang
datang ke lokasi setelah kejadian.
Petugas menemukan tisu dengan bercak-bercak darah. Juga ditemukan sandal yang diduga
milik Halimah. Menurut polisi, tisu itu bekas darah Halimah yang terluka karena terkena
pecahan kaca.
Mayang Lolos
Sementara informasi lain menyebutkan, dalam suasana hujan gerimis, Halimah, Gendhis,
dan Pandji datang ke Simprug dengan mengendarai mobil BMW seri X5 warna hitam. Sedang
pengawalnya mengendarai mobil terbuka alias pikap.
Mobil pikap langsung menghajar pagar besi tempa setinggi 2 meter di rumah Mayangsari.
Mobil ini akhirnya menjebol gembok pagar. Setelah pagar terbuka, Halimah bersama Gendhis
dan Pandji langsung menuju teras rumah Mayangsari. Pagar sepanjang enam meter itu terlepas
dari rel.
Tapi beberapa saksi mata menuturkan bahwa mobil BMW X5 ditabrakkan ke pagar rumah
Mayangsari untuk memudahkan Halimah masuk ke teras. Suasana Simprug mencekam. Para
tetangga hanya berani mengintip dari rumah masing-masing.
Saat terdengar pagar ditabrak mobil hingga mengeluarkan suara keras, Bambang keluar
rumah melalui pintu samping garasi dan langsung menemui Halimah yang sudah berada di
teras. Menurut sumber, Pandji cekcok mulut dengan bapaknya, dan sempat mendobrak pintu
utama.
Karena pintu utama rumah Mayangsari tidak bisa dibuka, Halimah ambil botol untuk
memecahkan kaca dua jendela. Bambang tak kuasa menahan amukan Halimah dan anak-anaknya.
Lewat jendela itu pula, Halimah masuk ke rumah mencari Mayangsari yang sibuk mendekap
putrinya.
Di dalam, kaca dua jendela kamar Mayangsari juga dipecahi. Bambang masih berusaha
menahan amarah anak istrinya dengan cara menerobos melalui kaca yang pecah, karena pintu
garasi sudah ditutup dari dalam.
Tapi saat itu, Mayangsari sudah membaca gelagat buruk. Ia buru-buru keluar dari kamar
dan bersembunyi di garasi. Ketika Halimah dan Panji menggeledah kamar sambil
mengumpat-umpat, salah seorang penjaga rumah Mayang dan Bambang mencoba menghalanginya.
Saat itulah Mayang menyelamatkan diri keluar rumah melalui pintu garasi. Mayang lari ke
rumah salah seorang tetangganya.Halimah masih mencarinya ke kamar anak Mayang, Khirani
Siti Hartina. Mereka menggedor kamar tersebut namun pintu tidak terbuka. Di kamar hanya
ada anak Mayang dan baby sitter.
Dipukuli
Soal saling jambak dibantah Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wiliadi Wizar.
"Tidak ada aksi jambak-jambakan. Tapi, kalau pemukulan terhadap Bambang oleh Pandji,
memang benar," jelas dia kepada wartawan, di Mapolres Jaksel.
Menurut Wizar hingga kemarin pihaknya sudah memeriksa empat saksi, yakni Bambang
Trihatmodjo, Mayangsari serta dua penjaga rumah Mayangsari, Sadi bin Darma dan Mat Basor.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Jaksel, Komisaris Suyudi Ario, menyebutkan, polisi
menemukan barang bukti berupa pisau dari lokasi kejadian. Namun, dia belum dapat
memastikan pengguna pisau tersebut.
Mayang Sembunyi
Di manakah Mayangsari setelah dilabrak Halimah? Pembantu rumah Mayang mengaku tidak
tahu di mana keberadaan majikannya. Mayangsari memilih sembunyi di dalam rumah. Dugaan
keberadaan Mayangsari di rumahnya di Simprug, timbul dari kedatangan sang adik, Gita,
Senin (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB.
Gita yang nampak tergesa-gesa, tiba di rumah Mayangsari mengendarai mobil Hyundai
Trajet. Dia datang bersama suami dan bayinya.
Saat diserbu wartawan, begitu keluar dari mobil tak ada kata yang terucap dari mulut
adik pelantun Harus Malam Ini itu.
Ia hanya melambaikan tangan seraya bergegas masuk ke rumah Mayang.JBP/yul/wk