:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Jumat, 26 Mei 2006 12:32:01


3.000 WNI Terjebak Baku Tembak

Dili, BPost
Puluhan warga Indonesia berlarian menyelamatkan diri menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia, di ibukota Timor Leste, Dili, Kamis (25/5). Mereka terjebak di tengah kontak senjata pasukan pemerintah dengan kelompok milisi FDTL (Angkatan Bersenjata Timor Leste) yang beberapa waktu lalu dipecat.

Sumber di Dili melaporkan, baku tembak pasukan pemerintah dengan milisi berlangsung sporadis di seluruh penjuru kota. Di tengah kontak senjata, juga terjadi aksi pembakaran sejumlah bangunan disertai penjarahan.

"Di setiap lokasi ada rumah yang terbakar, tapi dipilih," kata Komisaris Besar Minton Simanjuntak, pejabat Polri yang ditempatkan di Kedubes RI.

Konflik bersenjata di Timor Leste makin meluas. Bahkan kini melibatkan tentara nasional dan polisi nasional Timor Leste. Dalam sebuah kontak senjata itu tujuh orang tewas dan 38 lainnya luka-luka.

Jumlah korban tewas dalam konflik bersenjata hingga beberapa hari ini diperkirakan mencapai 20 orang. Selain itu tiga polisi PBB juga ikut terluka dalam peristiwa baku tembak.

Seorang warga Dili mengatakan, situasi saat ini tidak bisa diprediksi. "Tembakan keras masih terdengar di sana-sini. Keadaan sudah tidak bisa dikontrol. Kami mulai agak takut karena banyaknya isu yang beredar, dan saat ini tembakan keras masih terjadi di Lahane dan Becora," kata seorang ibu rumah tangga.

Sekitar 3.000 warga Indonsia di Timor Leste kini masih terjebak di sekitar kota Dili. Sebagian besar dari mereka mencari perlindungan ke KBRI dan berbagai tempat di antaranya kompleks Gereja Santo Yosef. Hingga siang kemarin, sudah ada sekitar 50 warga Indonesia yang mengamankan diri di Kompleks Kedubes RI.

Sejauh ini, belum ada laporan adanya korban dari warga Indonesia dalam baku tembak pasukan pemerintah dengan milisi yang sudah berlangsung dalam sepekan terakhir.

Warga Indonesia sulit meninggalkan Timor Leste karena seluruh pintu keluar diblokir oleh tentara pemberontak dan masyarakat negara itu sejak Selasa (23/5) lalu. "Pemerintah tak dapat mengevakuasi mereka karena bukan wilayah kita," kata Danrem 161 Wirasakti Nusa Tenggara Timur Kupang Kolonel (Inf) APJ Noch Bola, di Kupang.

Menurutnya, semua jaringan ke Timor Leste langsung tertutup. Transportasi darat lumpuh dan semua sarana angkutan berhenti beroperasi. Pihak Kedutaan Besar RI Dili telah meminta semua warga Indonesia untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak serta selalu koordinasi dengan staf KBRI.

Dubes RI untuk Timor Leste Ahmed Bey Sofwan sendiri belum berencana mengevakuasi personel KBRI beserta keluarga mereka keluar dari Timor Leste. "(Lagi pula) Pemerintah Timor Leste masih menjamin keamanan," katanya.

Dari sekitar 3.000 warga Indonesia yang berada di Timor Leste, sekitar 1.500 di antaranya berdiam di Dili, sisanya tersebar di berbagai distrik. Warga Indonesia yang tinggal di Timor Leste sebagian besar karena menikah dengan warga setempat. Lainnya, pengusaha kecil yang membuka toko sembako dan restoran.

Terkait kerusuhan itu, Australia telah mengirimkan 1.300 personel tentara yang tiba Kamis kemarin. Portugal dan Selandia Baru menyatakan siap menempatkan pasukannya di negara bekas provinsi RI itu. Mereka semua terkoordinasi dalam pasukan perdamaian PBB.

Menlu Timor Leste, Jose Ramos Horta menegaskan kehadiran pasukan asing kemungkinan dibutuhkan untuk waktu yang cukup lama. "Misi ini bisa bertahan hingga 10 tahunan, yakni pada dua putaran pemilu tahun 2007 dan 2012," kata Horta.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono menyatakan pemerintah Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaan, bila diperlukan

Yudhoyono memahami Indonesia tidak diminta bantuan mengirimkan satuan militer maupun polisi. "Karena bisa menyulitkan posisi Indonesia, apalagi dunia ataupun Timor Leste belum tentu menyambut baik," jelas presiden usai rapat mendadak membahas masalah Timor Leste, malam tadi

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyatakan belum memutuskan mengirim pasukan ke Timor Leste. "Tidak ada permintaan (pasukan TNI). TNI hanya akan memperketat kesiagaan di perbatasan Timur Leste-Indonesia. Tapi bukan siaga satu," katanya.

Selain itu Djoko juga menegaskan TNI akan menolak eksodus warga Timor Leste yang memasuki wilayah Indonesia. Namun kebijakan ini tidak berlaku bagi WNI yang berada di negara yang sedang rusuh itu.

Dipecat

Kerusuhan pertama kali meletus di Dili, bulan lalu, ketika 600 prajurit dari 1.400 personil militer dipecat Panglima FDTL Taur Matan Ruak karena mereka meninggalkan barak setelah mengeluhkan adanya diskriminasi dalam promosi jabatan.

Situasi di Dili digambarkan Aderito Hugo da Costa, pemimpin redaksi sebuah harian surat kabar setempat, seperti killing fields (ladang pembantaian dalam konflik Kamboja, Red).

"(Kondisi) Pertempuran itu disertai penyusupan para pemberontak dan mereka berupaya menguasai kota Dili."

Presiden Xanana Gusmao telah mengambil alih pemerintahan, meski PM Marie Alkatiri belum menyatakan mengundurkan diri.

Sementara Mayor Alfredo Reinhado, pemimpin 600-an tentara pemberontak menyatakan tidak bermaksud menggulingkan pemerintah. Pihaknya hanya tidak puas dengan diskriminatif di tubuh angkatan darat. JBP/aco/ade/yat/bec/afp/kcm/ant/PK


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
3.000 WNI Terjebak Baku Tembak

"Ada Perwira Yang Terlibat"


Ini Pelajaran Berharga


"Sewa Rahim Itu Haram"


Tragedi pembantaian Ayah, Adik Dan Paman
Babay Tebaskan Kapak Membabi Buta


Rapat Akbar Masyarakat Adat
Jangan Caplok Wilayah Adat Kami!


Seragam Haji Wajib Biru Telur


Merapi Semburkan Halilintar


Krisis Listrik Memprihatinkan


Gusar Dihina FPI-MMI


Bahas Masa Depan Asia


Fikrah - Muridku, Guruku!


Cemburu Hingga Sentimen Suku


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123