:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Senin, 29 Mei 2006 03:44:56


Ribuan Korban Mengemis

Jogja, BPost
"Kami bukan tontonan, tapi kami butuh bantuan". Kalimat itu tertulis mencolok di atas kertas karton yang dipampang dua lelaki berwajah kusut di tepi jalan.

Korban Meninggal

Jogjakarta : 129 orang
Bantul : 2.708 orang
Sleman : 174 orang
Gunung Kidul : 39 orang
Kulon Progo : 15 orang
Klaten : 1.542 orang
Boyolali : 3 orang
Magelang: 1 orang
Total 4.611 orang
Luka berat : 1.870 orang
Luka ringan : 1.716 orang
Jumlah 3.586 orang

Rumah Roboh/Rusak

Bantul 7.054 rumah
Sleman 560 rumah
Jogyakarta 769 rumah
Kulonprogo 3.023 rumah
Gunungkidul 2.745 rumah
Total 13.368 rumah
Kerugian: Rp2,5 triliun
Sumber: Depsos/Depkes/Satkorlak

Tono dan Kelik, sejak Minggu (28/5) pagi sudah berdiri di pinggir jalan raya Klaten, Jawa Tengah. Keduanya memegang kaleng bekas susu dan dijulurkan ke arah kendaran bermotor yang berseliweran di jalan itu.

Tidak hanya mereka. Ada puluhan bahkan ratusan orang dari Kecamatan Wedi dan Gantiwarno, Kabupaten Klaten melakukan hal sama. Mereka terpaksa mengemis untuk sekadar menyambung hidup yang tak jelas akibat gempa bumi yang terjadi Sabtu (27/5) kemarin.

Musibah gempa telah mengubah hidup ribuan warga di kedua kecamatan tersebut. Lelaki, perempuan, anak-anak dan orangtua menjadi pengemis dadakan. Mereka terpaksa mengais rezeki dengan mengharap uluran tangan pengguna jalan sepanjang tujuh kilometer itu.

Ribuan penduduk Wedi dan Gantiwarno hanyalah bagian kecil dari puluhan ribu pengungsi korban gempa bumi. Tragisnya, kini mereka banyak yang menjadi pengemis di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, Jogjakarta. Ini mereka lakukan karena belum menerima bantuan terutama makanan hingga kemarin.

Meski menyadari pemerintah memberi perhatian wilayah lain yang terkena gempa lebih parah, "Namun, kami juga korban, seharusnya pemerintah juga memberi perhatian," sungut Marmo, satu korban di Kulonprogo.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Ponorogo, Jawa Timur, meminta warga di Jogjakarta dan Jawa Tengah tetap tegar dan tawakal menyikapi bencana gempa bumi yang menelan korban sekitar ribuan jiwa itu.

"Jangan berkecil hati menyikapi musibah. Bencana itu datang tidak diduga-duga. Dan itu adalah kehendak Allah," kata Yudhoyono, saat memberi sambutan pada Resepsi Kesyukuran 80 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jatim.

Di lain pihak Bank Pembaunan Asia (ADB) menjanjikan membantu tahapan rehabilitasi dan rekontruksi pemukiman penduduk pascagempa bumi di Jogjakarta maupun kota-kota lainnya di Jawa Tengah. Namun, ADB belum menetapkan berapa besar bantuan untuk rehabilitasi dan rekontruksi pemukiman penduduk korban gempa.

"Kami akan bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berdiskusi lagi," kata Direktur Jenderal ADB Perwakilan Asia Tenggara, Rajap MN AG usai bertemu Wapres Jusuf Kalla, di kediaman dinas di Jl Diponegoro, Jakarta. Bantuan ADB bisa dalam bentuk grant atau hibah maupun pinjaman lunak (soft loan).

Pasokan Tersendat

Wajar saja ribuan pengungsi mengeluh karena bantuan pasokan bahan makanan terhadap mereka tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya. Di suatu tempat pengungsi, warga bisa menikmati pasokan bahan makanan yang dikoordinasi Satkorlak berjalan baik. Sementara di beberapa tempat pengungsian lainnya, banyak warga terpaksa menahan lapar karena tidak ada pasokan bahan makanan dan obat-obatan.

Banyak wanita dan pria berusia lanjut dan anak-anak, tergolek lemah di tepi jalan kampung Plumutan, Kelurahan Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Ratusan warga di Plumutan juga tidak bisa berkutik. Hingga saat ini, Kelurahan Mulyodadi belum tersentuh bantuan. Baik itu logistik, obat-obatan dan tenda untuk tempat tinggal di tepi jalan.

Kurangnya stok obat-obatan untuk para korban gempa di Jogja dan Jateng, membuat PMI membongkar empat gudangnya yang ada di Jakarta, Surabaya, Padang, dan Makassar. Hampir semua isi gudangberupa obatan-obatan, peralatan kesehatan, kantong mayat, dan kantong darah,diterbangkan ke lokasi gempa.

Dekati Kraton

Hingga hari kedua pascagempa hebat, ribuan warga di Kota Jogyakarta memenuhi alun-alun agar merasa tenang karena bisa dekat dengan kraton, tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pramono (41), warga Panggung Harjo, Bantul, datang ke alun-alun bersama istri serta dua anaknya yag berusia 4,5 dan 10 tahun.

"Sing penting saget cedak karo kanjeng Sultan (yang penting bisa dekat dengan Sultan)," ujarnya.

Pengaruh Sultan sangat kuat terhadap warga Jogja. Seperti ketika Sultan yang dikabarkan ‘memerintahkan’ warganya mengenakan janur kuning, langsung dipatuhi. Ini dilakukan ratusan warga Desa Siti Mulya, Kecamatan Piyungan, dan Kecamatan Pleret, Bantul. Tujuannya, agar terhindar dari bencana.

Menariknya, hampir sebagian besar warga selamat karena mengenakan pita ini sejak Sabtu (27/5) malam. Pita janur kuning melingkar di lengan kanan atau lengan kiri. JBP/SRY/tof/h10/pop


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Ribuan Korban Mengemis

Bandara Normal


Mega Menangis Soeharto Membisu


Kaltim Rawan Gempa


Tangis Jogja Di Sabtu Pagi (1)
Terpental Lima Meter


Sedih Lihat Kotaku Hancur


JOGJA MENANGIS
DERITA MAHASISWA KALSEL DI JOGJA
Susah Cari Makan


JOGJA MENANGIS
Posko Gempa BPost Bersatu Untuk Sebuah Kepedulian


JOGJA MENANGIS
Bantuan


JOGJA MENANGIS
Kesulitan Warga Selesai 5-7 Hari


JOGJA MENANGIS
SD Tetap Ujian


JOGJA MENANGIS
Mereka Berempati


JOGJA MENANGIS
Nyaman Dan Aman Pergi Ke Jogja


JOGJA MENANGIS
Makam Raja Luluh Lantak


JOGJA MENANGIS
Tim Rescue Arutmin Berangkat


JOGJA MENANGIS
Pusat Gempa Di Darat


JOGJA MENANGIS
Perlu Dua Tahun


JOGJA MENANGIS
Habiskan Malam Beratap Langit


JOGJA MENANGIS


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123