:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 09 Mei 2006 04:43:28


Ingat Jasa Soeharto

"APA bapak masih sakit?" Prof Dr Djoko Rahardjo melontarkan pertanyaan itu dibarengi senyum kepada HM Soeharto yang mulai siuman pasca-operasi tiga jam yang mendebarkan, Minggu (7/5) malam.

Soeharto, bekas orang kuat Indonesia itu, tampak berusaha menyunggingkan senyum khasnya. Dia hanya berkata pendek, "sedikit".

Jawaban pendek itu cukup melegakan seluruh keluarga besar Cendana yang hadir di ruang perawatan khusus VVIP Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Penyembuhan Soeharto, jelas dia, akan memakan waktu lebih lama. "Ini disebabkan faktor fisiknya sudah tidak prima lagi akibat faktor usia," kata dr Mardjo Soebiandono SpB, ketua tim dokter kepresidenan dalam jumpa pers di RSPP, Senin.

Dalam kondisi seperti itu, Soeharto belum diizinkan menerima tamu agar terhindar dari infeksi dan memberikan kesempatan untuk pemulihan secara optimal. Tim dokter menyarankan seluruh rakyat Indonesia mendoakan Soeharto agar cepat sembuh.

Pro kontra perlu tidaknya Soeharto diajukan ke pengadilan terus bergulir. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan presiden ke-3, mengatakan, "saya hanya menganjurkan satu hal. Pak Harto itu selain kejahatannya haruslah diingat kelebihan atau jasa-jasanya untuk bangsa kita".

Gus Dur juga menyatakan keinginannya bisa mengunjungi Soeharto. "Saya masih menunggu kabar tentang kondisi Pak Harto," ungkapnya kepada pers, di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, kemarin.

Senada, Wakil Presiden juga mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa ini menghargai jasa-saja Soeharto. Kalla ditemui usai mengunjungi Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta malam tadi, terkesan dengan kondisi kesehatan Soeharto yang semakin membaik.

"Beliau berkomunikasi dengan kita semua, tersenyum, bicara baik," kata Kalla seraya pada kesempatan itu menyampaikan salam hangat Presiden Yudhoyono.

"Pemerintah siap membantu Soeharto jika yang bersangkutan perlu dirawat di luar negeri sekalipun," imbuhnya.

Soeharto dirawat di RSPP setelah beberapa pekan sebelumnya Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh hendak memerintahkan tim kedokteran Kejaksaan Agung memeriksanya kembali terkait dugaan korupsi.

Sebelumnya Soeharto sehat-sehat saja. Bahkan, Soeharto sempat menghadiri pernikahan cucunya, Gendis Trihatmodjo dan menerima mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad di kediamannya Jl Cendana.

Minta Dijenguk

Wakil Ketua DPR Zaenal Ma’arif, yang datang menjenguk Soeharto mengatakan pihak keluarga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menjenguk Soeharto. Langkah itu agar jaksa yang memerintahkan rencana pemeriksaan kembali Soeharto tahu kondisi sebenarnya.

"Ini agar Yudhoyono bisa pelajari lebih jauh lagi melalui jaksa agung bagaimana sesungguhnya yang terjadi pada Pak Harto," kata Zaenal menirukan perkataan Siti Hediyati yang akrab dipanggil Mbak Titiek.

Terpisah, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menolak berandai-andai menanggapi tuntutan sejumlah pihak yang menginginkan agar pemeriksaan mantan Presiden Soeharto dihentikan.

"Sekarang kita doakan saja bapak Suharto cepat sembuh dulu, baru dipikirkan apa langkah selanjutnya," jelas jaksa agung, kemarin.

Terpisah, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin menambahkan, semalam dia melihat langsung proses operasi Soeharto. Selama empat jam operasi usus Soeharto sudah diangkat sepanjang 40 centimeter. "Saya lihat sendiri," tuturnya.

Inisiatif

Koordinator Kontras Usman Hamid mengatakan, meski Soeharto berada dalam kondisi memprihatinkan, hal itu bukan berarti harus dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus-kasus dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Soeharto.

Mestinya jaksa agung tetap harus mengambil langkah inisiatif untuk membentuk tim dokter lainnya untuk mengetahui persis kondisi Soeharto.

"Jaksa agung mengambil inisiatif yang sifatnya alternatif, tidak lagi medis dengan dokter sebelumnya tapi dokter lainnya untuk mengambil second opinion. Kalau perlu dokter internasional," kata Koordinator Kontras Usman Hamid.

Penyelesaian kasus Soeharto tidak hanya melulu harus melalui keterangan Soeharto. Hal itu juga bisa ditelusuri dokumen intelijen atau saksi-saksi yang masih ada. Karenanya, kata Usman, kepastian hukum Soeharto dapat terjawab dengan baik apabila jaksa agung memang bersungguh-sungguh.

Kata Munarman, pemeriksaan Soeharto atau pun kroninya tidak hanya terfokus pada dugaan korupsi. "Pelanggaran HAM juga harus difokuskan mengingat masa kepemimpinannya yang diktator."

Namun, mantan ajudan Soeharto, Letjen (Purn) Soeyono meminta bangsa Indonesia tidak terbelenggu masa lalu dan sebaliknya bergerak ke masa depan.

"Sia-sia kutak-katik Pak Harto terus. Kalau kita tak percaya dengan tim dokter paling ahli di Indonesia, mau percaya siapa lagi," katanya.

Kata Soeyono, bangsa Indonesia sebaiknya belajar dari bangsa lain mengenai bagaimana mereka memandang dan memperlakukan mantan pemimpinnya.

Bangsa yang besar, seperti Amerika Serikat dan China, selalu menempatkan mantan pemimpinnya di tempat yang baik dan terhormat. JBP/aco/yus/h10/yls/ewa/ade


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Ingat Jasa Soeharto

JEJAK KASUS SOEHARTO


Jaksa Cuma Pura-pura


Mendagri Gusar Temu Surabaya


Prahara Tata-Tommy Menerjang Saat Soeharto Kritis
Akhir Penantian Panjang Wanita Solo


Satu Keluarga Pengusaha Dibantai


Senang Digoda Siswa SMU


Trans Kalseltim Nyaris Putus


Pesta Sejuta El Barca


Ermera Rusuh


Ingin Salami Eurico Guterres


Penumpang Titanic Terakhir Meninggal


Ibu Hamil Meninggal Saat Mengungsi


Situmeang Jabat Pangdam VI/Tpr


Bupati Banyuwangi Masuk Kantor


SLT Cair Juni


"Saya Siap Sumpah Pocong"


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123