Stuttgart, BPost
Beruntung, dua kaki Fabien Barthez yang terpaku di bawah mistar masih bisa
menahan bola yang meluncur lemah ke arahnya. Bola hasil sundulan Daniel Gigax di menit
ke-70 itu urung berbuah gol.
Pelatih Swiss Jakob Kuhn sendiri tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Raut mukanya
yang semula begitu bergairah, tiba-tiba cemberut.
Dalam laga Grup G Piala Dunia 2006 di Stadion Daimler-Gottlieb, Stuttgart, Rabu (14/6)
dinihari, Prancis dan Swiss hingga akhir pertandingan hanya bermain imbang 0-0.
Prancis yang menampilkan duet Thierry Henry dan Sylvain Wiltord di lini depan, praktis
menguasai pertandingan. Sayang, banyak peluang terbuang percuma karena buruknya
penyelesaian akhir Zenedine Zidane Cs.
Di babak pertama, Sundulan Henry menyambut umpan silang Wiltord, masih melesat di atas
mistar gawang Swiss. Patrick Vieira juga mendapat peluang, tetapi tendangan jarak dekatnya
masih melebar.
Sementara tendangan ke gawang pertama Swiss baru terjadi pda menit ke-20. Namun
tendangan Tranquillo Barnetta masih terbaca Fabien Barthez. Meski hanya sesekali mengancam
gawang Prancis, Alexander Frei mencatat peluang terbaik pada babak pertama setelah
menyambut tendangan bebas Barnetta. Sayang, tendangannya masih membentur mistar. Bola
rebound yang coba dimanfaatkannya tertahan bek Prancis.
Kejadian paling menarik pada paruh terjadi di menit-menit akhir. Ribery lolos dari
jebakan off-side, dan di depan gawang dia mengirim umpan pada Henry. Striker
Arsenal itu menendang bola tetapi mengenai tangan bek Swiss, Patrick Muller. Sayang wasit
tidak melihatnya sebagai pelanggaran hingga kandas lagi peluang Prancis.
Di babak kedua, pertandingan kian seru. Para pemain Prancis tampak frustasi karena tak
juga mampu memecah kebuntuan. Beberapa serangan yang dibangun dari bawah selalu gagal
menerobos barisan belakang Swiss yang digalang Senderos.
Materi para pemain Prancis yang rata-rata generasi Piala Dunia 1998 itu cukup kelelahan
menghadapi strategi yang diterapkan Alexander Frei cs, yakni dengan umpan-umpan panjang.
Bahkan di saat-saat genting tiga punggawa Prancis, Zenedine Zidane, Thuram dan Gallas
terlibat adu argumen seru.
Memasuki 20 menit terakhir, Swis tampak meningkatkan tempo serangan. Namun lagi-lagi
peluang menguap sia-sia. Hingga pertandingan berakhir kedudukan kacamata tidak berubah.
Dengan hasil ini Prancis dan Swiss berada di posisi dua dan tiga dengan sama-sama
mengantongi satu poin. Pimpinan klasemen dipegang Korsel yang pada pertandingan sebelumnya
secara dramatis menundukkan Togo 2-1.
Satu hal yang menarik dalam penampilan The Blues adalah para pemain kompak
mengenakan armband bercorak bendera Prancis di tangan mereka. Dari tulisan yang
tertera, armband tersebut tampaknya dimaksudkan sebagai bentuk simpati buat Djibril
Cisse, yang batal tampil di Piala Dunia 2006 karena mengalami patah kaki tepat pada partai
pemanasan terakhir mereka.
Riak-riak
Buruknya penampilan Prancis jelas tak lepas dari riak-riak yang mengemuka di dalam tim
sendiri. Timnas Prancis benar-benar lekat dengan perang dingin antarpemain. Beberapa hari
menjelang kick off Piala Dunia 2006, Fabien Barthez dan Gregory Coupet terlibat
perang mulut. Dua kiper terbaik Prancis itu rebutan posisi starter.
Menjelang laga perdana Grup G melawan Swiss, masalah serupa kembali menerpa Les
Bleus. Kini giliran striker David Trezequet yang mengkritik keputusan pelatih Raymond
Domenech menempatkannya sebagai pemain cadangan. Domenech memutuskan menurunkan duet
Thierry Henry-Luis Saha.
"Lihat apa yang terjadi di Brazil. Ronaldinho, Ronaldo, Adriano, dan Kaka bisa
bermain bersama-sama. Demikian juga aku, bisa bermain bersama (Zinedine) Zidane maupun
Henry," cetus Trezequet sebagaimana dilansir Reuters.
Trezeguet adalah penyerang terbaik yang dimiliki Prancis saat ini. Dia telah
menyumbangkan 32 gol, satu gol lebih sedikit dari Henry. Trezeguet juga bersinar bersama
Juventus. Namun, dalam setiap Piala Dunia dia selalu menjadi pemain cadangan.
Pembangku cadangan Trezeguet tidak lepas dari komentar Henry beberapa waktu lalu. Usai
uji coba melawan Denmark, Henry mengaku lebih pas berduet dengan Saha. Meski berjanji akan
selalu mematuhi keputusan pelatih, secara tidak langsung pernyataan Henry tersebut
mempengaruhi keputusan Domenech.
Henry dan Trezeguet pernah ditandemkan dalam uji coba melawan Tiongkok. Itu dilakukan
Domenech ketika Djibril Cisse mengalami patah tulang. Benar saja, Henry kurang bisa
bekerja sama dengan Trezeguet. Keduanya memang menciptakan gol, tapi tidak lahir dari
kerja sama yang apik di antara mereka.pwk/pdc/rtr