:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 14 Juni 2006 03:33:46


Hari-hari Ba’asyir Di penjara (2-Habis)
Sempat Dilarang Shalat Jumat

KESEHATAN saya mulai pulih setelah beberapa pekan istirahat total di RS Polri Kramatjati. Kemudian saya dipindahkan ke tahanan Mabes Polri dan ditempatkan di salah satu sel yang biasa dihuni wanita. Waktu itu selnya kosong. Dari tiga sel yang ada, saya menempati sel dekat pintu keluar.

Sel di sini berukuran 2,5 x 2 meter. Saya tidur beralaskan tikar dengan kasur tipis dan bantal kecil. Semua bawa sendiri. Kamar mandi di luar. Soal makan, perasmanan. Katanya ada yang membayar.

Konon yang ditahan di sana diminta membayar Rp15 jutaan per orang untuk kamar dan servis makan selama 20 harian. Soal besarnya uang tergantung orangnya. Saya tidak punya uang, jadi ditraktir.

Pada Jumat pertama, saya dilarang Shalat Jumat di masjid. Saya protes tapi tak berhasil. Kemudian saya berkirim surat melalui penyidik dan meminta bantuan pengacara serta aktivis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) agar mendesak Kapolri Da’i Bachtiar mengizinkan saya Shalat Jumat di masjid Mabes Polri. Jumat berikutnya saya baru diperbolehkan Shalat Jumat. Alhamdulillah. Keluar lewat pintu belakang dan harus naik mobil, padahal jarak ke masjid hanya sekitar 50 meter.

Jumatan pertama itu para wartawan berjubel. Di situ ada Kapolri. Memang lucu kelihatannya, yang menangkap dan yang ditangkap shalat bersama. Cuma shafnya yang beda. Kapolri di depan, walau datangnya belakangan. Kalau saya bisa di mana saja.Karena itu saya belum pernah salaman dengan Kapolri selama di masjid.

Saya sering nggak habis pikir dagelan ini; yang nangkep polisi yang ngaku muslim, yang nuntut jaksa ber-KTP muslim, yang memvonis hakim muslim, yang diadili dan dimasukkan penjara juga muslim bahkan seorang ustad. Tapi yang seneng dan bertepuk tangan aparat Dajjal Amerika dan antek-anteknya! Kok mau ya kita ini diadu domba oleh orang-orang kafir aparat Dajjal itu? Na’udzubillahi min dzalik!

Setelah beberapa hari di rawat di RS Polri Kramatjati saya dikunjungi Ibu Ratna Sarumpaet.

Kunjungan ini menandakan bahwa penahanan paksa saya adalah kezaliman yang sampai dirasakan oleh seorang ibu nonmuslim.JBP/yusran darmawan


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Prancis Frustasi

645 Warga Loban Mengungsi


Spanyol vs Ukraina
Gengsi Laga Selevel


Depdagri Panggil Walikota Pekalongan


IBU TEGA BUNUH 3 ANAK KANDUNG
"Saya Sempat Memandikan Mereka"


Semoga Tak Dizalimi Lagi


Ketiduran Nonton PD Tahanan Polisi Kabur


Terancam Masuk Penjara


500 Ulama Adukan Gus Dur


Hari-hari Ba’asyir Di penjara (2-Habis)
Sempat Dilarang Shalat Jumat


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123