DUEL Spanyol vs Ukraina, Rabu (14/6) malam ini, boleh jadi partai paling menarik
dalam laga perdana sesi penyisihan Piala Dunia 2006. Selain bermaterikan para pemain
handal, kedua tim sama-sama satu level.
Sekadar diketahui, Ukraina adalah peserta pertama di daratan Eropa yang lolos ke Piala
Dunia. Dari sini saja bisa dilihat negara bekas pecahan Uni Soviet ini menjadi salah satu
ancaman bagi tim-tim besar, seperti Brasil, Jerman dan Inggris.
Ukraina tak bisa dilepaskan dari seorang Andriy Shevchenko. Pemain terbaik Eropa 2004
ini adalah ruh dari kekuatan tim berslogan; Dengan dukungan kami, Ukraina
pasti menang! ini. Oleg Blokhin, sang arsitek Ukraina sangat berharap Sheva --begitu
Shevchenko akrab disapa-- bisa tampil saat menghadapi tim Matador, Spanyol.
Sheva memang masih belum pasti diturunkan saat menghadapi tim Matador. Bekas bintang AC
Milan yang kini dikontrak klub kaya Inggris, Chelsea itu masih mengalami cidera lutut saat
membela Milan melawan Parma di Liga Calcio.
Blokhin harus bertarung dengan waktu. Pemain terbaik Eropa 1975 ini baru akan
memutuskan apakah Sheva perlu dipasang atau tidak, satu jam sebelum pertandingan. Dan,
Sinyal telah diberikan Sheva. Dia menyatakan belum akan pulih sampai pertandingan kedua
menghadapi Arab Saudi pada 19 Juni mendatang.
"Periode ini penting bagi saya karena saya harus berusaha mendapatkan performa
lebih baik, kemungkinan tidak untuk pertandingan pertama tetapi untuk pertandingan
berikutnya," katanya.
Selain Sheva, Blokhin memiliki masalah krusial di sektor pertahanan. Kiper utama
Oleksandr Shovkovsky dipastikan absen di laga perdana karena menderita masalah pada leher.
Posisi Shovkovsky akan ditempati kiper Andriy Pyatov atau Bogdan Shust.
Sekadar pengingat, Ukraina adalah tim solid yang kini duduk di peringkat 40 dunia
dengan tipikal permainan cepat. Lebar lapangan selalu menjadi satu kunci sukses mereka
dalam setiap meraih kemenangan.
Kosta Rika, yang pada partai pembuka Piala Dunia, Jumat (9/6) lalu, merepotkan tuan
rumah Jerman, merasakan kehebatan tim Blokhin dalam pertandingan persahabatan, akhir Mei
silam.
Salah satu wakil negara Amerika Selatan itu dibantai 4-0 tanpa balas, di Stadion
Olympic Ukraina.
Jika Sheva yang merupakan mesin gol diturunkan, ini menjadi pekerjaan berat
bagi Carlos Puyol, Michel Salgado, Sergio Ramos dan Carlos Marchena yang menjaga tembok
belakang tim Matador. Selain harus terus menempel ketat Sheva, Puyol Cs harus mengawasi
Andriy Voronin dan Artyom Milevsky yang juga memiliki naluri pembunuh.
Tidak tampilnya Sheva, menurut pelatih Spanyol, Luis Aragones, bukan berarti Ukraina
tidak berbahaya. "Mereka memiliki banyak pemain berkelas. Kami akan menghadapi tugas
berat menghentikan serangan-serangan balik mereka," katanya.
Aragones sendiri bukan pelatih kemarin sore. Pria yang selalu bicara apa adanya ini
dikenal mampu meramu berbagai tipe permainan anak-anak asuhnya yang sebagian besar bermain
di klub-klub elit Spanyol.
Rapor Aragones cukup baik selama menangani tim Matador. Bekas pemain nasional akhir
1960-an ini sukses membawa Spanyol tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan sejak Juli
2004.
Partai perdana malam ini menjadi pertaruhan bagi Blokhin maupun Aragones. Blokhin jelas
sangat tidak menginginkan prestasi tak terkalahkan selama kualifikasi Piala Dunia,
tercoreng oleh aksi-aksi Antonio Reyes, Raul Gonzales, Luis Garcia, maupun bintang muda
Spanyol, Sechc Fabregas.
Raul Cadangan
Aragones tak ingin menyia-nyiakan kesempatan meraih poin penuh saat menghadapi Ukraina.
Dengan kombinasi pemain sarat pengalaman seperti Raul, Puyol, Salgado dan pemain muda
Fabregas, Luis Garcia, menjadikan tim Matador sangat agresiv.
Spanyol berada di peringkat 5 dunia, lolos ke Piala Dunia melalui perjuangan panjang
tak terkalahkan di antara 32 finalis, dengan melewati 22 pertandingan sejak kekalahan
terakhir.
Kapten dan pencetak gol terbanyak sepanjang waktu Raul Gonzales tampaknya akan
menempati kursi cadangan karena masih harus memulihkan cedera lututnya. Otomatis, lini
depan pilihan jatuh pada Fernando Torres, David Villa dan Luis Garcia di-back-up
Fabregas menjadi andalan tim matador saat melawan Ukraina.
Trio penyerang depan Spanyol ini memang belum memiliki catatan gemilang. Ketiganya
hanya berhasil mencetak masing-masing satu gol dalam tiga pertandingan pemanasan. Naluri
pembunuh ketiganya, menurut Aragones, perlu terus ditumbuhkan dalam event akbar
sekelas Piala Dunia.
Aragones menjatuhkan pilihan kepada Marcos Senna, Xabi Alonso dan Xavi di lini tengah.
Sementara Mariano Pernia yang kelahiran Argentina akan menjaga area bek kiri.
Aragones membawa misi amat berat dari publik Spanyol, yakni meraih gelar juara.
Spanyol, Belanda dan Portugal yang dikenal sebagai negara bola di Eropa, belum pernah
sekalipun merebut trofi juara. Sementara, Jerman meraih tiga kali, Inggris (2), Italia (3)
dan Perancis (1)
"Berdasarkan sejarah, kami belum pernah mencapai hasil yang baik di Piala
Dunia," cetus Luis Aragones.
Blokhin sebaliknya merasa yakin dengan kemampuan timnya menghadapi Spanyol. "Tentu
dengan Shevchenko Ukraina merupakan satu tim, tapi tanpa dia mereka betul-betul menjadi
tim yang berbeda," kata Blokhin.
"Apakah saya khawatir? saya kira tim Spanyol itulah yang seharusnya
khawatir," lanjutnya.
Karenanya, dipastikan duel Spanyol vs Ukraina menjadi duel paling panas dan penuh
gengsi di Grup H. Keduanya satu kelas dan sama-sama memiliki pemain berkualitas. Dua tim
lainnya di Grup H; Tunisia dan Arab Saudi, jelas bukan lawan sepadan bagi Spanyol dan
Ukraina. bbc/afp/rtr/ap/ant