:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 14 Juni 2006 03:38:56


Semoga Tak Dizalimi Lagi

RAUT haru tergambar di wajah Ustad Abdurrahim. Dengan sumringah putra ketiga Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Baa’asyir ini menyalami belasan wartawan yang berada di depan LP Cipinang.

"Keluarga merasa gembira dan mudah-mudahan berlangsung dengan lancar. Kami akan menyambut secara sederhana di rumah dan pesantren. Mudah-mudahan ini hari terakhir Ustad dizalimi," ucap Abdurrahim, Selasa (13/6).

Rabu (14/6) ini, Ba’asyir akan meninggalkan LP Cipinang yang telah memisahkannya dengan para santri sejak 2 September 2003. Surat pembebasan pemilik Ponpes Al Mu’min Ngruki Sukohardjo, Jateng itu telah ditandatangani oleh Kalapas Cipinang Gunadi.

Menkum HAM, Hamid Awaluddin pun menegaskan Ba’asyir akan dibebaskan pada hari ini. "Bagi kami tanggal 14 Juni kalau tidak ada kasus baru, yang bersangkutan harus bebas demi hukum," tandasnya.

Ba’asyir alias Abdus Shomad pernah ditahan kembali ketika hendak dibebaskan dari LP Salemba seusai menjalani hukuman dalam kasus dokumen keimigrasian. Dia menghadapi tuntutan baru, yaitu terlibat dalam kasus Bom Bali I. Pengadilan pun menyatakan Ba’asyir bersalah dan mengganjarnya dengan 4 tahun penjara. Mahkamah Agung memperingan hukumannya menjadi 2 tahun 6 bulan

Di mata Abdurrahim, Ba’asyir yang lahir di Jombang 17 Agustus 1938, sangat logis dan taat beragama sehingga tidak cocok dinisbahkan sebagai teroris. "Saya juga berharap agar peninjauan kembali (PK) di MA dikabulkan karena menyangkut nama baiknya," ujarnya.

Mengenai bom Bali, lanjut Abdurrahim, Ba’asyir tidak terlibat karena dalam sidang PK yang diadakan di PN Cilacap karena terpidana mati Bom Bali I Amrozi membantah mendapat izin dari Ba’asyir untuk melakukan pengeboman.

Sehari menjelang kebebasannya, Ba’asyir silih berganti dijenguk keluarga, kerabat, aktivis MMI maupun tokoh-tokoh Islam. Bahkan malam tadi, ratusan aktivis MMI menginap di depan LP Cipinang.

Humas MMI Jakarta, Hasyim Abdullah menginformasikan sekitar 3.000 orang dari berbagai ormas Islam akan menjemput Ba’asyir. "Dari FBR 2.000 orang, MMI Jabotabek 500 orang ditambah ormas lainnya menjadi sekitar 3.000 orang," katanya.

Rencananya, setelah bebas, Ba’asyir akan menuju Pesantren Al Mukmin Ngruki Solo dengan menggunakan bus. "Tidak jadi langsung terbang ke Jogja, karena mau general check-up dulu di Solo," kata Hasyim.

Mengantisipasi membludaknya massa, Polda Metro Jaya akan mengerahkan 2 pleton untuk menjaga LP Cipinang. "Itu hanya di Jakarta, khususnya di LP Cipinang. Sedang pengamanan selama perjalanan ke Solo, belum kita pastikan," tegas Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam.

Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshori menginformasikan telah mendapat jaminan dari Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanagara soal pengamanan. "Polisi siap mem-back up pengamanan hingga ke Solo," tukasnya.

Fauzan juga mempertanyakan rencana polisi mengawasi Ba’asyir pascapembebasannya. Dia keberatan dengan rencana itu karena melanggar HAM. "Mengawasinya bagaimana dengan menempelkan remote, memasang CCTV, menyebar intel atau bagaimana, tolong dijelaskan," katanya.

Karena tidak jelasnya mekanisme pengawasan maka MMI sangat keberatan dengan kebijakan Polri tersebut. "Nanti jangan-jangan tiap ceramah diawasi, lalu tidak boleh. Akhirnya ini itu tidak boleh. Itu namanya sudah merambah wilayah privat," sesal Fauzan. JBP/yus/dtc/ant/tnr


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Prancis Frustasi

645 Warga Loban Mengungsi


Spanyol vs Ukraina
Gengsi Laga Selevel


Depdagri Panggil Walikota Pekalongan


IBU TEGA BUNUH 3 ANAK KANDUNG
"Saya Sempat Memandikan Mereka"


Semoga Tak Dizalimi Lagi


Ketiduran Nonton PD Tahanan Polisi Kabur


Terancam Masuk Penjara


500 Ulama Adukan Gus Dur


Hari-hari Ba’asyir Di penjara (2-Habis)
Sempat Dilarang Shalat Jumat


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123