RAUT haru
tergambar di wajah Ustad Abdurrahim. Dengan sumringah putra ketiga Amir Majelis
Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Baaasyir ini menyalami belasan wartawan yang
berada di depan LP Cipinang.
"Keluarga merasa gembira dan mudah-mudahan berlangsung dengan lancar. Kami akan
menyambut secara sederhana di rumah dan pesantren. Mudah-mudahan ini hari terakhir Ustad
dizalimi," ucap Abdurrahim, Selasa (13/6).
Rabu (14/6) ini, Baasyir akan meninggalkan LP Cipinang yang telah memisahkannya
dengan para santri sejak 2 September 2003. Surat pembebasan pemilik Ponpes Al Mumin
Ngruki Sukohardjo, Jateng itu telah ditandatangani oleh Kalapas Cipinang Gunadi.
Menkum HAM, Hamid Awaluddin pun menegaskan Baasyir akan dibebaskan pada hari ini.
"Bagi kami tanggal 14 Juni kalau tidak ada kasus baru, yang bersangkutan harus bebas
demi hukum," tandasnya.
Baasyir alias Abdus Shomad pernah ditahan kembali ketika hendak dibebaskan dari
LP Salemba seusai menjalani hukuman dalam kasus dokumen keimigrasian. Dia menghadapi
tuntutan baru, yaitu terlibat dalam kasus Bom Bali I. Pengadilan pun menyatakan
Baasyir bersalah dan mengganjarnya dengan 4 tahun penjara. Mahkamah Agung
memperingan hukumannya menjadi 2 tahun 6 bulan
Di mata Abdurrahim, Baasyir yang lahir di Jombang 17 Agustus 1938, sangat logis
dan taat beragama sehingga tidak cocok dinisbahkan sebagai teroris. "Saya juga
berharap agar peninjauan kembali (PK) di MA dikabulkan karena menyangkut nama
baiknya," ujarnya.
Mengenai bom Bali, lanjut Abdurrahim, Baasyir tidak terlibat karena dalam sidang
PK yang diadakan di PN Cilacap karena terpidana mati Bom Bali I Amrozi membantah mendapat
izin dari Baasyir untuk melakukan pengeboman.
Sehari menjelang kebebasannya, Baasyir silih berganti dijenguk keluarga, kerabat,
aktivis MMI maupun tokoh-tokoh Islam. Bahkan malam tadi, ratusan aktivis MMI menginap di
depan LP Cipinang.
Humas MMI Jakarta, Hasyim Abdullah menginformasikan sekitar 3.000 orang dari berbagai
ormas Islam akan menjemput Baasyir. "Dari FBR 2.000 orang, MMI Jabotabek 500
orang ditambah ormas lainnya menjadi sekitar 3.000 orang," katanya.
Rencananya, setelah bebas, Baasyir akan menuju Pesantren Al Mukmin Ngruki Solo
dengan menggunakan bus. "Tidak jadi langsung terbang ke Jogja, karena mau general
check-up dulu di Solo," kata Hasyim.
Mengantisipasi membludaknya massa, Polda Metro Jaya akan mengerahkan 2 pleton untuk
menjaga LP Cipinang. "Itu hanya di Jakarta, khususnya di LP Cipinang. Sedang
pengamanan selama perjalanan ke Solo, belum kita pastikan," tegas Wakadiv Humas Mabes
Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam.
Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshori
menginformasikan telah mendapat jaminan dari Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul
Padmanagara soal pengamanan. "Polisi siap mem-back up pengamanan hingga ke
Solo," tukasnya.
Fauzan juga mempertanyakan rencana polisi mengawasi Baasyir pascapembebasannya.
Dia keberatan dengan rencana itu karena melanggar HAM. "Mengawasinya bagaimana dengan
menempelkan remote, memasang CCTV, menyebar intel atau bagaimana, tolong
dijelaskan," katanya.
Karena tidak jelasnya mekanisme pengawasan maka MMI sangat keberatan dengan kebijakan
Polri tersebut. "Nanti jangan-jangan tiap ceramah diawasi, lalu tidak boleh. Akhirnya
ini itu tidak boleh. Itu namanya sudah merambah wilayah privat," sesal Fauzan.
JBP/yus/dtc/ant/tnr