:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 14 Juni 2006 03:10:28


Ajak Pengusaha Diskusi

Banjarmasin, BPost
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel, Adi Laksono mengatakan untuk menggairahkan iklim investasi di Kalsel, pemerintah harus melibatkan pengusaha dalam pembuatan kebijakan.

Selama ini keengganan para investor berinvestasi di Kalsel karena belum mendapatkan jaminan iklim investasi yang kondusif dari pemerintah.

"Gubernur harus sering berdialog dengan kita, pengusaha dan investor. Kalau perlu saat coffe morning kita dilibatkan. Nggak perlu setiap minggu, bisa satu bulan sekali untuk urun rembug karena yang tahu soal mengembangkan dunia usaha adalah kita," katanya, Selasa (13/6).

Ia juga mengatakan sarana infrastruktur yang kurang dan banyak yang rusak juga menjadi pertimbangan pengusaha baru berinvestasi dan menjadi penyebab pengusaha lama sulit maju. Prosedur perizinan yang berbelit-belit dan banyaknya proyek mangkrak juga memberatkan karena berdampak pada biaya tinggi.

Menurutnya peraturan daerah (perda) yang melindungi investasi harus dibuat. Masalah pemasukan atau PAD bagi pemerintah daerah setempat dapat dibicarakan tersendiri, tentunya sesuai aturan.

"Harus ada pelayanan terpadu, tapi jangan cuma blankonya saja seperti sekarang berlaku. Selain itu harus ada sumber informasi soal potensi investasi menyeluruh dan benar-benar akurat. Jangan seperti sekarang kita hanya menawarkan pertambangan saja, padahal menurut prediksi 10 tahun lagi habis," tukasnya

Sementara itu Gubernur Kalsel, HM Rudy Ariffin mengatakan pihaknya sedang membuat sistem informasi terpadu untuk mendukung investasi. Diakui selama ini hal itu menjadi kendala utama pengembangan investasi.

"Sistem informasi untuk investasi ini akan memudahkan calon investor mendapatkan info soal potensi dan cara berinvestasi," katanya ditemui saat rapat dengan DPRD Kalsel, kemarin.

Terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kalsel, Assefah Rifai mengatakan faktor penghambat investasi lainnya adalah keputusan Presiden (Kepres) Nomor 29 Tahun 2004 yang mengatur tentang pencatatan investasi langsung di pusat. Hal itu menyebabkan daerah tidak berkesempatan mempromosikan dan melakukan pendekatan secara tersendiri kepada pihak investor. nda


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


BISNIS
Ajak Pengusaha Diskusi

Pasar Mobil Belum Sembuh


Investasi Jepang Diharapkan 100%


Swiss-Bel Samarinda Diresmikan


Perusahaan Besar Lebih Ribet


Kredit Investasi Terus Menurun


Ekspor Ikan Kaleng Ke Jerman


Rupiah Jebol


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123