:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 14 Juni 2006 01:43:35


Keong Mas Rusak Tanaman
Kerbau Rawa Kesulitan Pangan

Amuntai, BPost
Para peternak kerbau rawa di Desa Sapala, Kecamatan Danau Panggang, Hulu Sungai Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan rumput untuk makanan kerbau.

Di hamparan lahan rawa-rawa yang luas di sekitar desa itu, mereka tak lagi dengan mudah menemukan padang rumput yang subur. Rumputnya banyak yang menguning dan mati.

"Selain dimakan keong mas, kami menduga juga akibat maraknya penyetruman ikan,"tutur H Basran HB, tokoh masyarakat setempat, Selasa (13/6).

Akibat kesulitan mendapatkan rumput itu, kerbau rawa yang handal berenang itu banyak yang kurus. Bahkan anak kerbaunya mengalami hambatan pertumbuhan.

Untuk mendapatkan rumput segar, para penggembala terpaksa menggiring kerbau ke desa-desa lain seperti desa Tampakang dan Sambujur yang jaraknya sekitar 7 kilometer.

Kesulitan mendapatkan rumput itu sudah terjadi setahun terakhir sejak berkembangbiaknya hama keong mas yang sering merusak tanaman.

Para peternak kerbau rawa tak dapat berbuat banyak, karena kondisi lahan yang ada berawa-rawa dan masih tergenang air.

Untuk mendapatkan rumput untuk pakan ternak terpaksa mencarinya ke daerah lain yang cukup jauh. Kalau tidak, kerbaunya terpaksa disuruh makan rumput seadanya. Akibatnya, pertumbuhannya kurang baik, badannya kurus karena kurang pakan.

Sementara, untuk melakukanan penananaman rumput, kata H Basran belum bisa dilaksanakan karena lahannya masih tergenang.

"Memang ada usaha kami menanam rumput makanan kerbau seperti jenis rumput padahiyang, sampilang dan babatangan. Tapi sampai sekarang lahannya belum kering, padahal seharusnya Juni ini sudah musim kering," katanya.

Desa Sapala merupakan salah satu desa di perairan rawa-rawa, penghasil daging kerbau terbesar di HSU yang dipasok ke Tabalong dan Kalteng. Populasi kerbau rawa di desa itu lebih besar dari jumlah penduduknya.

Jumlah kerbau rawa tercatat 1.800 ekor, sedang jumlah penduduk sekitar 1.500 jiwa.

Namun dari jumlah penduduk itu hanya sebagian kecil menjadi peternak dan pemilik kerbau.

Sebagian besar warga malah banyak yang mengandalkan mata pencaharian sebagai penangkap ikan tawar. han


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Keong Mas Rusak Tanaman
Kerbau Rawa Kesulitan Pangan

Menyimak Kebangkrutan BUMD Kotabaru (2-habis)
Ditagih Lewat Jalur Hukum


Tanamkan Budaya Malu


Intan Cempaka ‘Dijarah’ Wisman


Kapolres Dipraperadilankan


Rutan Lebihi Kapasitas


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123