:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 14 Juni 2006 02:03:52


SEMBURAN LUMPUR PANAS
Sekarang Susah Ke Sekolah

Sidoarjo, BPost
Hingga hari ke-17, semburan lumpur panas dari PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, terus terjadi. Hingga Selasa (13/6), belum terlihat upaya penghentian semburan lumpur, baik oleh aparat pemerintah maupun pihak PT Lapindo.

Tinggi lumpur di sekitar lokasi kebocoran mencapai lima meter lebih. Selain merendam 45 hektare sawah dan tambak, lumpur juga merendam pemukiman warga di tiga desa serta melumpuhkan tujuh pabrik dan jalan tol.

Ratusan murid SMP Negeri 2 Porong, Sidoarjo, juga terkena imbasnya. Mereka harus pindah belajar ke sekolah-sekolah terdekat. Lokasi sekolah mereka yang berdekatan dengan pusat semburan lumpur panas tidak bisa dipergunakan untuk proses belajar mengajar.

Pihak sekolah memutuskan, para siswa yang rumahnya berada di sisi barat sekolah, untuk sementara belajar di Gedung SD Jatirejo. Sementara yang rumahnya di sisi timur SMP Negeri 2, belajar di SD Reno Kenongo 1 dan SD Reno Kenongo 2."Sekarang susah kalau ke sekolah, Jauh, jalannya ada lumpurnya," keluh sejumlah murid.

Akibat pemindahan ini, para siswa dan guru memang harus menempuh perjalanan lebih jauh. Repotnya lagi, jalannya sudah terendam lumpur.

Sebelumnya, pihak sekolah sempat meliburkan seluruh siswa yang berjumlah 450 orang. Pihak sekolah belum bisa memastikan kapan kegiatan belajar-mengajar kembali bisa dimulai dengan normal. Dinas Pendidikan setempat juga belum memberikan keputusan apa pun selain memindahkan kegiatan belajar-mengajar ke gedung sekolah terdekat.

Untuk mencegah mengalirnya lumpur ke areal jalan tol, pihak Jasa Marga kembali membuat tanggul dari tumpukan pasir. Sebelumnya, tanggul ini sempat dibuka paksa warga sekitar untuk mencegah luapan lumpur memasuki rumah warga.

Jumlah warga yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidorajo, Jawa Timur, kian bertambah. Hingga Selasa pagi, jumlahnya menjadi 538 orang, jauh lebih banyak dari sebelumnya, 505 orang. Rata-rata mereka mengalami sesak nafas, batuk, diare dan muntah-muntah,

Pengungsian warga besar-besaran juga terus terjadi di Desa Jatirejo, Siring dan Reno Kenongo yang terancam tenggelam oleh lumpur. Mereka diungsikan ke Pasar Porong sehingga aktivitas jual beli pun terganggu.

Selasa sore, staf khusus presiden, Yeni Wahid dan Menneg LH Rachmat Witoelar meninjau lokasi semburan lumpur tersebut. "Saya akan melaporkannya ke presiden," kilah Yeni. mtv/sry/pop


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Nusantara
SEMBURAN LUMPUR PANAS
Sekarang Susah Ke Sekolah

Merapi Kini Siaga


Tolong, Jangan Bunuh Saya


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123