Sidoarjo, BPost
Hingga hari ke-17, semburan lumpur panas dari PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa
Timur, terus terjadi. Hingga Selasa (13/6), belum terlihat upaya penghentian semburan
lumpur, baik oleh aparat pemerintah maupun pihak PT Lapindo.
Tinggi lumpur di sekitar lokasi kebocoran mencapai lima meter lebih. Selain merendam 45
hektare sawah dan tambak, lumpur juga merendam pemukiman warga di tiga desa serta
melumpuhkan tujuh pabrik dan jalan tol.
Ratusan murid SMP Negeri 2 Porong, Sidoarjo, juga terkena imbasnya. Mereka harus pindah
belajar ke sekolah-sekolah terdekat. Lokasi sekolah mereka yang berdekatan dengan pusat
semburan lumpur panas tidak bisa dipergunakan untuk proses belajar mengajar.
Pihak sekolah memutuskan, para siswa yang rumahnya berada di sisi barat sekolah, untuk
sementara belajar di Gedung SD Jatirejo. Sementara yang rumahnya di sisi timur SMP Negeri
2, belajar di SD Reno Kenongo 1 dan SD Reno Kenongo 2."Sekarang susah kalau ke
sekolah, Jauh, jalannya ada lumpurnya," keluh sejumlah murid.
Akibat pemindahan ini, para siswa dan guru memang harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Repotnya lagi, jalannya sudah terendam lumpur.
Sebelumnya, pihak sekolah sempat meliburkan seluruh siswa yang berjumlah 450 orang.
Pihak sekolah belum bisa memastikan kapan kegiatan belajar-mengajar kembali bisa dimulai
dengan normal. Dinas Pendidikan setempat juga belum memberikan keputusan apa pun selain
memindahkan kegiatan belajar-mengajar ke gedung sekolah terdekat.
Untuk mencegah mengalirnya lumpur ke areal jalan tol, pihak Jasa Marga kembali membuat
tanggul dari tumpukan pasir. Sebelumnya, tanggul ini sempat dibuka paksa warga sekitar
untuk mencegah luapan lumpur memasuki rumah warga.
Jumlah warga yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidorajo, Jawa Timur, kian
bertambah. Hingga Selasa pagi, jumlahnya menjadi 538 orang, jauh lebih banyak dari
sebelumnya, 505 orang. Rata-rata mereka mengalami sesak nafas, batuk, diare dan
muntah-muntah,
Pengungsian warga besar-besaran juga terus terjadi di Desa Jatirejo, Siring dan Reno
Kenongo yang terancam tenggelam oleh lumpur. Mereka diungsikan ke Pasar Porong sehingga
aktivitas jual beli pun terganggu.
Selasa sore, staf khusus presiden, Yeni Wahid dan Menneg LH Rachmat Witoelar meninjau
lokasi semburan lumpur tersebut. "Saya akan melaporkannya ke presiden," kilah
Yeni. mtv/sry/pop