- Desak gubernur kaji ulang royalti batu bara
UNTUK kesekian kalinya mahasiswa mengadakan pertemuan besar dalam kegiatan Temu
BEM dan Organisasi Kemahasiswaan Kalimantan Selatan pada 19 Juni 2007 di Auditorium IAIN
Antasari Banjarmasin.
Kegiatan yang difasilitasi BEM IAIN Antasari Banjarmasin ini dibuka Rektor IAIN
Antasari Banjarmasin Prof Kamrani Buseri, dilanjutkan Stadium General dari Gubernur Kalsel
yang diwakili Kepala Badan Kesbanglinmas Hadi Soesilo.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen lembaga kemahasiswaan/kepemudaan, para
akademisi, utusan partai politik serta pemerintah eksekutif dan legislatif.
Untuk peserta kegiatan dihadiri dari BEM berbagai perguruan tinggi yang ada di Kalsel
seperti BE-DEMA Unlam, BEM Uniska, BEM Poliban, BEM STIENAS, BEM STIKIP PGRI Banjarmasin,
BEM STIKES Cahaya Bangsa, BEM STAI Al-Falah Banjarbaru, BEM STIB Banjarbaru, BEM STIBA
Banjarbaru, BEM STAI Darussalam Martapura, BEM STAI Darul Ulum Kandangan, BEM STAI
Al-Washliyah Barabai, BEM STIQ Amuntai, dan BEM STIA Tabalong.
Kemudian, BEM Fak.Syariah, BEM Fak.Tarbiyah, BEM Fak.Dakwah, BEM Fak.Ushuluddin dari
IAIN Antasari Banjarmasin. Ditambah dengan organisasi kemahasiswa seperti Badko HMI
Kalselteng, PKC PMII Kalsel, KAMMI Daerah Kalsel, DPD IMM Kalsel, PW PII Kalsel dan GEMA
Pembebasan Kalsel.
Pertemuan ini bertujuan mempererat silaturahmi, jalinan komunikasi dan meningkatkan
solidaritas antara mahasiswa Kalsel sehingga terbuka ruang yang kondusif bagi konsolidasi
mahasiswa di tingkat lokal.
Selain itu untuk menginventaris berbagai problem yang ada di Kalsel agar dapat
dipecahkan bersama dan menjadi grand design agenda gerakan mahasiswa di tingkat
lokal seperti apa yang dipaparkan Presma BEM IAIN Antasari Banjarmasin, Thessa Aji
Budiono.
Dari pertemuan ini diperoleh kesimpulan, di antarnaya kesepakatan untuk melakukan
koalisi bersama lembaga kemahasiswaan dalam wadah bernama Persatuan Mahasiswa Kalsel
(PMKS) dengan tiga orang moderator masing-masing untuk tiga zona daerah, yang terdiri Joko
Nur Cahyo (BE-DEMA Unlam) untuk zona Banjarmasin, Abu Amar (BEM STAI Darussalam) untuk
zona Banjarbaru-Martapura dan Anshari Rahmat (BEM STAI Al-Washliyah) untuk zona Hulu
Sungai.
Kemudian dari pertemuan ini juga disepakati problem atau isu apa yang akan menjadi
fokus advokasi gerakan mahasiswa ke depan, sebenarnya dalam konteks Kalsel banyak terdapat
berbagai macam problem yang perlu direspon bersama, namun untuk lebih fokus dan
konsentrasi disepakatilah permasalahan lingkungan khususnya pertambangan batu bara yang
lebih disikapi bersama, karena ini merupakan permasalahan yang sangat krusial dan
memerlukan penyelesaian secepatnya.
Sehingga tercantumlah dalam pernyataan sikap beberapa tuntutan kepada Pemprov untuk
secepatnya: membuat Perda yang mengatur pertambangan di Kalsel; membuat pengaturan agar
angkutan pertambangan mempergunakan jalan khusus untuk armadanya; perbaikan jalan umum
yang rusak karena armada angkutan batu bara; kaji ulang royalti pertambangan batu bara
yang dinilai lebih banyak merugikan daerah ketimbang untungnya; dan tindak tegas
perusahaan pertambangan yang tidak melakukan reklamasi terhadap lahan sisa tambang mereka
sesuai aturan.
Sebelum pertemuan disudahi, mahasiswa menyepakati akan mengadakan pertemuan rutin
secara bergiliran di berbagai tempat di perguruan tinggi yang ada di Kalsel, yang terdekat
akan diadakan di Poliban.
Anshari Rahmat
Ketua Panitia Temu BEM Kalsel