| Sambut Hari Bhayangkara
SUASANA meriah hari Bhayangkara ke-61 begitu terasa di seluruh polsekta-polsekta
di Banjarmasin. Masing-masing polsekta mulai merias diri dengan menggelar aksi
bersih-bersih hingga mencat ulang kantor.
Seperti di Mapolsekta Banjarmasin Tengah. Sudah lebih dari dua minggu, anggota polsekta
secara bergiliran membenahi kantor dibantu beberapa pekerja yang secara khsusus disuruh
untuk menata kantor tersebut.
Tidak hanya mengecat semua ruangan, tapi para anggota dan pekerja juga sibuk menata
halaman. Termasuk membongkar semua taman bunga yang kelihatan semerawut, dibabat habis
hingga terbentuk lapangan yang sangat luas.
Maklum saja, menurut rencana upacara HUT Bhayangkara tahun 2007 yang bakal diperingati
Senin (2/7) nanti di kota Banjarmasin, bakal dipusatkan di Mapolsek Banjarmasin Tengah.
Dipastikan, seluruh Muspida kota Banjarmasin bakal hadir untuk ikut melaksanakan upacara
tersebut.
"Untuk kota Banjarmasin, upacaranya dipusatkan di sini. Dan seluruh Muspida yakni
Walikota dan jajaranya, dipastikan juga hadir termasuk undangan lainnya dari tokoh
masyarakat. Makanya halam harus diperluas biar menampung semuanya," terang Kapolsekta
Banjarmasin Tengah, AKP Totok Mulyanto DS Sik. coi
Guru SD Tewas Tenggelam
SALMANI SPd (37) ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir jalan di sawah di Jalan
AMD RT 19, Banjarmasin Selatan, Rabu (27/6) pukul 13.30 Wita. Tubuh warga Desa Tatah
Belayung Tanjung Pagar RT11, Banjarmasin Selatan ditemukan Heri Heryadi yang kebetulan
lewat.
"Dia sudah 20 tahun menderita epilepsi, kita sudah melakukan pengobatan
kemana-mana tapi tidak pernah ada hasilnya," kata Abdul Murat, kakak kandung Salmani,
ditemui kemarin di ruang instalasi jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Diceritakannya, adiknya yang hidup seorang diri tersebut memang sudah sering terserang
epilepsi, kadang saat berada di rumah. Namun, karena ada yang melihat ia bisa segera
diobati dengan cara memukul tengkuknya beberapa kali.
"Kalau di rumah penyakitnya datang kita bisa tahu, tapi kalau sepeti ini siapa
yang tahu. Apalgi biasanya penyakit kalau menyerang korbannya langsung tersungkur, dengan
posisi telungkup," ujar Murat. Setiap hari Salamani pulang pergi ke sekolah tempatnya
mengajar di SDN Pemurus 5 Banjarmasin dengan menaiki sepeda pancal miliknya.
Kapolsekta Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistio Sik melalui Kanit Reskrim Ipda Sapari
dikonfirmasi mengatakan, mengenai penyebab kematian Salmani diduga lantara penyakit yang
dideritanya. "Kita juga baru tahu, setelah diinformasikan warga dan jasatnya kita
bawa ke RSUD Ulin untuk dilakukan visum," jelasnya singkat. dua
Curi Helm karena Takut
Ditilang
WAJAH Mahlian (18), terlihat memar dan membiru. Sesekali pemuda yang tinggal di
Desa Bentok, Bati-bati, Tanah Laut ini terlihat meringis kesakitan.
Begitu juga dengan temannya Jm (16), pemuda yang tinggal di Sungai Tabuk, RT 26 RW 25,
Kabupaten Banjar. Dia terus memegangi kepalanya, yang bengkak setelah mendapat pukulan
satpam dan pengunjung Duta Mall Banjarmasin, Selasa (26/7) malam.
Kedua pemuda yang bekerja di perusahaan briket arang ini, harus berurusan dengan
petugas Polsekta Banjarmasin Tengah setelah ditangkap Satpam pusat perbelanjaan Duta Mall.
Mereka ketahuan mencuri helm di halaman parkir pusat perbelanjaan tersebut.
Keduanya mengaku nekad mencuri helm karena baru saja kena tilang petugas Kepolisian
saat berangkat ke Duta Mall Banjarmasin.
"Saya takut waktu pulang kena tilang lagi. Karena tilang yang pertama saja belum
dibayar, " ujar Mahlian.
Waktu mau meninggalkan parkiran tersebut, dirinya melihat helm merek Agiva yang
digantung di sepeda motor langsung diambilnya. Sayangnya, begitu mau keluar langsung
diberhentikan Satpam dan dibawanya ke posko keamanan.
Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah, Inspektur Dua Willy Andrean mengungkapkan,
pihaknya mengamankan kedua tersangka setelah diserahkan pihak petugas keamanan Duta Mall. coi |