:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 27 June 2007 23:32:29


OBROLAN DI PANGKALAN OJEK
Mereka Semakin Tergusur

TIGA puluh tahun lebih, Bakri, Anang dan kawan-kawan mengandalkan biaya hidup dari penumpang yang mau membonceng di sadel sepeda motornya.

Mereka ngepos di kawasan Jalan Haryono MT Banjarmasin. Di sana, ‘berlauk’ angin dan hiruk pikuk jalanan, mereka memperbincangkan suka duka perjalanan hidup.

"Sekarang tarikan sulit. Dua, tiga kali saja bisa menarik dalam seharinya sudah Alhamdulillah. Soalnya, kini banyak orang punya kendaraan sendiri," Bakri membuka cerita tentang kondisi sepi ojekan belakangan ini, Rabu (27/6) pagi.

Dia lalu membandingkan dengan 10 tahun lalu, di mana penghasilan ojekan rata-rata Rp 30 ribu per hari. Nilai uang demikian, disebutnya tergolong makmur bila dikurs dengan harga keperluan sehari-hari saat itu.

Anang yang duduk di sebelahnya pun manggut-manggut. Sementara yang lain berdiri di samping kendaraan ojek masing-masing. Sesekali obrolan di pagi hari itu terhenti karena satu di antara mereka tiba-tiba bertepuk tangan nyaring, isyarat menawarkan jasa kepada pejalan kaki yang ada di trotoar seberang jalan.

Anang menyadari, persaingan jasa ojek semakin ketat. Walau dia mangkal sejak pukul tujuh pagi, tak membantu menambah tarikan. Dia menyebut, munculnya banyak lembaga finansial, menjadi gairah bagi masyarakat untuk memiliki sepeda motor dengan cara kredit.

Ada yang untuk dipakai sendiri, banyak pula untuk ojek sampingan. Misalnya, tak sedikit PNS ngojek malam hari. Jumlah yang demikian ini terus bertambah. Ibarat sepotong kue kecil, lahan ojekan kini diperebutkan banyak kalangan.

"Tadi malam saja, ada sepuluh truk mengangkut kendaraan baru, melintasi rumah saya di kawasan Trisakti. Bagi ojek seperti kami, itu sudah menjadi isyarat pasaran semakin ketat", ujar Anang.

Pangkalan ojek Bakri dan kawan-kawan, seperti halnya kebanyakan pangkalan lain, kini tampak bak pelangi karena dihiasi aneka warna dan merek kendaraan mereka. Banyak yang baru, pula. "Ini kreditan, cicilannya sekitar Rp 500 ribu per bulannya", Anang menimpali.

Anang mengaku beruntung, istrinya ikut mencari nafkah dengan berjualan, sehingga masukan keuangan bertambah. Sementara banyak pengojek berstatus pencari nafkah tunggal, harus tekor, akhirnya kendaraan disita. Bahkan tak sedikit pangkalan pelangi terpaksa bubar karenanya.uum


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Banjarmasin Bungas
Lindungi Pecandu Ingin Taubat

TerancamGagal


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123