BANJARMASIN, BPOST - Dominannya kaum pria di dunia politik membuat gelisah para
perempuan. Untuk mendobrak tradisi politik dikuasai pria, mereka membentuk Kaukus
Perempuan Politik Indonesia (KPPI).
Di Kalimantan Selatan, organisasi ini dipimpin Nur Izzatil Hasanah. Menurut dia, KPPI
terbentuk atas prakarsa tujuh perempuan dari enam partai, yakni Golkar, PPP, PDIP, PKB,
PAN dan PBB. Tujuannya, memperjuangkan hak perempuan di bidang politik, menegakkan
keadilan dan kebenaran serta etika dalam berpolitik.
"Perempuan di legislatif seolah hanya sebagai pelengkap. Untuk itu, anggapan
tersebut harus dihilangkan. Melalui KPPI, perempuan ingin berkiprah sama dengan laki-laki,
caranya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia," katanya,
Rabu (27/6).
Sebanyak 45 aktivis perempuan menjadi pengurus KPPI Kalsel. Mereka siap berjuang,
memberdayakan perempuan di berbagai aspek kehidupan masyarakat dalam rangka meningkatkan
peran politik perempuan serta menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajibannya dalam
kehidupan berpolitik.
Gubernur Kalsel Rudy Arrifin dalam pengukuhan pengurus KPPI Kalsel mengatakan,
pemberdayaan perempuan di segala bidang kehidupan sejalan dengan upaya pemerintah
mewujudkan kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat.drt