:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Thursday, 28 June 2007 02:40


Tiap Tahun 1.000 TKW Disiksa

  • Polisi bongkar penyekapan
  • RI protes pembebasan majikan Ceriyati

KUALA LUMPUR, BPOST - Eksploitasi terhadap tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia kembali terjadi. Rabu (27/6), media-media di Malaysia menyiarkan berita penyekapan terhadap 20 TKW.

Tak hanya disekap selama setahun. Para TKW ini juga dipekerjakan tanpa izin dan disiksa oleh agen penyalur tenaga kerja mereka. Penyekapan ini terungkap dari

SMS dari seorang TKW kepada Direktur Hukum dan Operasional Imigrasi Pusat Putraja, Perak, Datuk Ishak Mohamed, Senin (25/6).

SMS itu berbunyi: "Tolong, tolong Datuk! Kami dikurung dalam satu ruang. Hari-hari tidak dikasi makan dan dihantar ke rumah-rumah tanpa permit oleh ejen. Semua ada 20 teman di sini. Ejen dapat wang daripada majikan RM 50 sehari, cuma kasi RM 13 sahaja. Lama-lama kami semua mati sini."

Ishak langsung menginstruksikan pegawai Imigrasi Negeri Perak dan meminta bantuan polisi setempat mendatangi tempat penyekapan di Jalan Gunung Rapat, Ipoh Jaya, Perak. Tanpa ada perlawanan dari karyawan agen, penggerebekan itu berhasil membebaskan para TKW.

Dari pemeriksaan polisi, mereka disekap di kantor agen itu sejak setahun lalu setelah masa izin kerja berakhir. Agen memaksa semua perempuan tersebut bekerja sebagai pembantu rumah tangga harian. Setiap hari karyawan agen itu mengantar dan menjemput mereka. "Mereka mengaku tidak sanggup lagi dianiaya dan hanya ingin pulang ke Indonesia," kata Ishak.

Derita TKW di Malaysia memang tiada habisnya. Lebih dari 1.000 TKW mengalami penyiksaan dan tak dibayar gajinya. Data ini berdasar pengakuan para TKW di Kedubes Indonesia.

Menurut Tatang Razak, yang mengepalai gugus tugas perlindungan TKI di Kedubes RI, banyak TKW yang bertahun-tahun tanpa bayaran, disiksa dan mendapat pelecehan seksual.

"Kami menangani lebih dari 1.000 kasus per tahun. Sebagian besar dari mereka adalah pembantu rumah tangga yang datang ke Kedubes RI untuk meminta perlindungan," ujar Tatang kepada AFP.

Menyikapi ini, Kedubes telah melakukan mediasi dengan para majikan mereka atau agen yang memberangkatkan mereka ke Malaysia.

Tatang menyebutkan sedikitnya 80 pembantu rumah tangga asal Indonesia saat ini tinggal di penampungan di Kedubes RI. Sedangkan 300 TKI sudah dipulangkan dalam delapan bulan terakhir.

Protes

Derita ini kian lengkap dengan dibebaskannya Ivone Siew (35), majikan Ceriyati (33), karena telah memberikan uang jaminan setelah ditahan selama seminggu. Ketua Bidang Asosiasi Jasa Penempatan TKI ke Wilayah Asia Pasifik, Halomoan Hutapea, menilai hal itu menunjukkan Malaysia tidak beriktikad baik untuk menangani kasus-kasus yang menimpa TKW. Padahal, Pemerintah Malaysia berjanji untuk meningkatkan perlindungan TKI.

Untuk itu, dia meminta pemerintah menutup sementara penempatan TKW ke Malaysia, hingga kasus Ceriyati jelas dan adil penanganannya. "Tindakan Kepolisian Diraja Malaysia tersebut sengaja memanfaatkan kepulangan Ceriyati. Modus itu sudah pernah dilakukan pada kasus Nirmala Bonat, TKW asal NTT. Nirmala tak diperbolehkan masuk ke Malaysia lagi setelah pulang ke Indonesia. Padahal proses hukumnya belum tuntas," tegasnya.

Direktur Perlindungan TKI Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Marjono menegaskan pemerintah akan mengajukan gugatan. "Silakan saja Malaysia membebaskan warganya dari tuntutan hukum, tetapi kita tidak akan tinggal diam, dan akan menggugatnya di pengadilan. Kita sudah sewa pengacara," ujarnya.

Ditambahkan oleh Menlu Hasan Wirayuda, pemerintah juga akan terus berusaha dan tidak berhenti meminta perhatian dari pemerintah Malaysia mengenai pelanggaran hukum yang sudah terjadi.

Sedang Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, pengusutan penganiayaan Ceriyati mulai menemui jalan terjal. Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah pernyataan Polisi Malaysia mengenai belum ditemukan bukti bahwa Ceriyati benar-benar disiksa oleh majikannya. "Perkembangan ini tentu menjauhkan Ceriyati dari keinginan untuk mendapatkan keadilan," katanya. JBP/amb/why/tic/rmc/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Tiap Tahun 1.000 TKW Disiksa

KPK Tahan Mantan Dubes


Ratifikasi Konvensi


Vicky-Cynthia Ijab Kabul di Rumah Sakit


Argentina VS AS Siap Tempur


Harga Susu Naik 100 Persen


Calon Mahasiswa Unlam Kecewa


PENDUKUNG ROKHMIN DAHURI UNJUK GIGI
Orang Baik Kok Dihukum


LATEST NEWS!
Napi Bebas Dapat Uang


Poligami Kejahatan Maharaksasa


Bintik Putih Serang Udang


Kapolda Periksa Sopir Etna


"Vonis Hilton Aneh Lagi"


Lexie Diantar Cucu ke Tahanan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123