:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Thursday, 28 June 2007 02:40


Bintik Putih Serang Udang

  • Petambak Kotabaru rugi besar
  • Ditolak importir Eropa

KOTABARU, BPOST - Sekitar 100 hektare tambak udang di Desa Stagen dan Desa Sungai Taib Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, diserang Bintik Putih (White Spot). Penyakit menular tersebut membuat sekitar 20 petambak rugi karena benur mati sebelum usia panen.

Jadi Penambang

Nasib apes juga diderita petambak udang di Desa Muara Kintap Kecamatan Kintap, Tanah Laut. Mereka mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setelah tambak udangnya disapu banjir dua pekan lalu.

"Puluhan ribu ekor udang dan ikan tambak milik saya musnah. Padahal sebagian siap dipanen," tutur H Junaid, Rabu (27/6).

Fakta buruk itu tak hanya menimpa Junaid. Lebih dari 100 kepala keluarga, yang mengandalkan matapencaharian sebagai petambak, mengalami nasib serupa. Hanya kerugian terbesar diderita Junaid karena tambaknya terluas yakni mencapai 30 hektare.

Tidak diketahui secara detil berapa total kerugian petambak Muara Kintap. Namun Junaid memastikan tiap petambak rugi puluhan juta.

Petambak kini benar-benar kebingungan. Mereka tidak memiliki modal untuk kembali mengolah tambaknya. "Jangankan mengisi tambak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja banyak yang kesulitan," ujar Junaid.

Beberapa warga kini banting setir menjadi penambang batu bara manual. Jika mujur, sehari bisa mengantongi sekitar Rp 50 ribu. Namun usaha ini tidak gampang. Selain membutuhkan kerja ekstra keras, lahan galian tambang banyak yang terendam.

Kadis Perikanan dan Kelautan Tala Ir H Soetrisno belum berhasil dikonfirmasi karena sedang melakukan penyuluhan terhadap nelayan di Desa Swarangan Kecamatan Jorong. roy

Purwoko, petambak udang air payau di Stagen, mengatakan Bintik Putih menyerang sejak dua tahun lalu. Namun tiga bulan terakhir ini semakin parah.

Menurutnya, udang Tiger kualitas ekspor biasanya mulai terserang saat berumur 18 hari sampai dua bulan. Setelah terdapat bintik putih seperti panu di tubuhnya, beberapa saat kemudian udang mati.

Agar tidak terlalu rugi, petambak memanen udang lebih awal. "Udang seharusnya dipanen ketika berumur tiga bulan, tapi kini sebulan sudah kita panen," ujar Purwoko.

Dari 15 ribu benur seharga Rp 495 ribu yang ditabur di sepetak tambak seluas empat hektare, Purwoko hanya dapat memanen empat kilogram udang seharga Rp 180 ribu. Satu kilogram udang dihargai Rp 35 ribu.

Kerugian semakin besar karena, Purwoko telah mengeluarkan Rp 500 ribu untuk membeli dua kuintal pupuk Ponskal dan Rp 45 ribu untuk racun Tiodan.

Tiodan ditabur guna mencegah penyakit. Ternyata racun tersebut tak sanggup menahan Bintik Putih.

Padahal sebelum Bintik Putih menyerang, Purwoko biasanya menabur 20 ribu benur yang menghasilkan 465 kilogram udang Tiger. Saat ini Purwoko dan sejumlah petambak hanya menabur sekitar 15 ribu benur.

Koordinator Laboratorium dan Tim Monitoring dari Balai Budidaya Air Tawar dan Laboratorium Kesehatan Ikan se-Kalselteng,

Jamilah, mengatakan Bintik Putih semakin membuat udang Kotabaru ditolak importir Eropa dan Asia.

"Sebelumnya pasar dunia menerapkan peraturan tidak menerima udang yang tercemar antibiotik, mengandung residu, logam dan lainnya. Itulah sebabnya harga udang kita di luar negeri anjlok. Kita sering meminta petambak tidak menggunakan racun seperti Tiodan dan Akodan," terang Jamilah saat meninjau tambak udang di Pulau Laut Utara.

Jamilah menjelaskan Bintik Putih tidak hanya menyebar karena faktor lingkungan. Penyakit ini bisa jadi telah ada pada benur.

Untuk mencegahnya perlu sterilisasi tambak, misalnya menjaga sanitasi air, tidak menggunakan pestisida dan tidak menggunakan tambak yang sudah terserang penyakit. Udang yang terserang Bintik Putih, menurut Jamilah, tetap aman untuk dikonsumsi.dhs


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Tiap Tahun 1.000 TKW Disiksa

KPK Tahan Mantan Dubes


Ratifikasi Konvensi


Vicky-Cynthia Ijab Kabul di Rumah Sakit


Argentina VS AS Siap Tempur


Harga Susu Naik 100 Persen


Calon Mahasiswa Unlam Kecewa


PENDUKUNG ROKHMIN DAHURI UNJUK GIGI
Orang Baik Kok Dihukum


LATEST NEWS!
Napi Bebas Dapat Uang


Poligami Kejahatan Maharaksasa


Bintik Putih Serang Udang


Kapolda Periksa Sopir Etna


"Vonis Hilton Aneh Lagi"


Lexie Diantar Cucu ke Tahanan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123