:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Thursday, 28 June 2007 02:41


Harga Susu Naik 100 Persen

  • Pemerintah tak bisa mengatur

JAKARTA, BPOST - Fantastik. Harga susu, baik bubuk maupun kental manis, naik 100 persen. Tragisnya, pemerintah tidak bisa mengaturnya, karena susu bukan kebutuhan prioritas seperti beras dan minyak goreng.

Kenaikan harga susu ini dipicu kenaikan harga bahan baku susu bubuk dunia dan dalam negeri.

Harga bahan baku susu dunia naik dari Rp 18.266.000-Rp 22.832.500 per ton menjadi Rp 36.532.000-Rp 41.098.500 per ton. Sedangkah dalam negeri, dari Rp 26.000-Rp 27.000 per kilogram menjadi Rp 51.000 per kilogram.

"Harga bahan baku susu bubuk Rp 51.000 per kilogram tersebut masih harga bahan baku. Belum ditambah biaya lain-lain," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Thomas Dharmawan, Rabu (27/6).

Thomas menjelaskan, kenaikan tersebut dilakukan sejak awal 2007. Untungnya, dalam penerapannya para produsen susu seperti Nestle, Frisian Flag dan Nutricia, melakukannya secara bertahap. Alasannya, daya beli masyarakat yang masih rendah.

"Untuk susu kental manis, misalnya, mengalami kenaikan harga secara bertahap sebanyak lima persen. Ini karena, selain memakai bahan baku susu, pembuatan susu kental manis menggunakan gula dan CPO yang harganya juga sedang tinggi," ujar Thomas.

Thomas pun meminta kepada pemerintah ikut mengantisipasi kenaikan tersebut. Caranya, memberikan insentif kepada peternak sapi guna menggenjot produksi susu lokal. Ini mengingat Indonesia masih sangat tergantung dengan impor susu sapi dari Australia, Selandia Baru dan Kanada.

"Kalau perlu pemerintah mengurangi bea masuk susu, selain meningkatkan investasi di peternakan sapi," ujar Thomas.

Pemerintah sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk menekan kenaikan harga susu tersebut. Karena susu bukan kebutuhan prioritas seperti beras dan minyak goreng. Beda dengan Malaysia, susu masuk dalam 32 komoditi yang dikontrol negara dalam sistem price control act.

"Jadi kita bisa membandingkan dengan Malaysia yang punya price control act terhadap 32 barang yang diatur harganya," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu.

Menurut Mari, jika pemerintah menerapkan pengaturan harga susu, maka akan berdampak kepada hal lainnya.

"Pasti ada subsidi atau unsur kontrol dan sanksi ataupun denda. Jadi ini yang kita tinggalkan. Kita tidak bisa mengatur susu seperti bahan pokok beras, gula dan minyak goreng,"ujarnya.

Meski begitu, lanjut Mari, bukan berarti pemerintah mengabaikan masalah kenaikan harga susu. "Kalau pemerintah memberi prioritas itu caranya dengan program yang terarah," ucapnya.

Untuk masalah susu ini, kata Mari, perlu dibahas dengan Depkes agar masyarakat yang berpenghasilan rendah tetap bisa memberikan susu kepada balitanya.

Naik Terus

Seorang pedagang di Sentra Antasari Banjarmasin, Hastowo, mengatakan, setiap pekannya harga susu, baik kaleng maupun kemasan, mengalami kenaikan Rp 1.000.

Menurut pemilik toko Ateng ini, kenaikan harga susu, seperti Dancow, SGM dan Indomilk, tersebut dilakukan oleh pabriknya di Jawa, bukan oleh pedagang di Banjarmasin. "Kami juga tidak tahu penyebab kenaikan ini," ungkapnya.

Heni, warga AMD Permai Blok 9B mengatakan, kenaikan harga ini sudah sangat memberatkan. "Dulu saya beli susu Dancow kotak besar, sekarang cuma yang 499 gram saja. Itu juga sangat mahal," katanya.

Meski harganya terus naik, papar Leni, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena susu merupakan kebutuhan sehari-hari anaknya. "Yah, mau diapakan lagi. Harga mahal, kami tetap membelinya," ucapnya.

Pantauan BPost, di toko Aulia Kompleks AMD Permai di Alalak Utara, harga Dancow 800 gram dari Rp 45.500 menjadi Rp 48.500, SGM 600 gram dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 dan Lactogen 400 gram dari Rp 25.500 menjadi Rp 27.500.

Begitu juga di Hypermart Banjarmasin, susu merek Nutrilon, SGM, Dancow dan Bendera naik sebesar lima persen dibandingkan bulan lalu. "Saat ini harga Dancow cokelat 400 gram Rp 23.475, Bendera 123 seberat 300 gram Rp 18.575 dan Nutrilon Vanila 3 seberat 800 gram Rp 87.395," kata Robin, staf Hypermart Banjarmasin. dtc/tri


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Tiap Tahun 1.000 TKW Disiksa

KPK Tahan Mantan Dubes


Ratifikasi Konvensi


Vicky-Cynthia Ijab Kabul di Rumah Sakit


Argentina VS AS Siap Tempur


Harga Susu Naik 100 Persen


Calon Mahasiswa Unlam Kecewa


PENDUKUNG ROKHMIN DAHURI UNJUK GIGI
Orang Baik Kok Dihukum


LATEST NEWS!
Napi Bebas Dapat Uang


Poligami Kejahatan Maharaksasa


Bintik Putih Serang Udang


Kapolda Periksa Sopir Etna


"Vonis Hilton Aneh Lagi"


Lexie Diantar Cucu ke Tahanan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123