- Minyak goreng di Banjarmasin turun Rp 400/liter
JAKARTA, BPOST - Operasi pasar minyak goreng yang selama ini dilakukan dinilai
tidak berhasil menormalkan harga. Untuk itu pemerintah akan menggelar lagi operasi pasar
dengan sasaran pengusaha kecil dan menengah (UKM).
"Selain UKM, masyarakat miskin seluruh Indonesia juga akan mendapat OP minyak
goreng ini," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu saat rapat kerja dengan
Komisi Perdagangan DPR di Senayan Jakarta, Selasa (26/6).
Saat ini, kata Mari, pemerintah sedang melakukan evaluasi. Dan operasi pasar terarah
ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah dan industri kecil
yang hidup-matinya sangat bergantung pada ketersediaan minyak goreng.
"Siapa yang mau dibantu harus jelas, pemerintah akan berpihak karena kami tentu
tidak mau subsidi ke industri (besar)," ujarnya. Pada waktu lebaran atau bulan puasa
operasi pasar bisa lebih diintensifkan.
Pelaksanaan keharusan memasok kebutuhan dalam negeri plus atau pun operasi pasar
terarah ini perlu dikaji lebih lanjut karena pemerintah ternyata belum memiliki perangkat
aturan yang mengaturnya. "Ini sulit dalam pelaksanaannya sekarang karena instrumennya
belum ada," kata dia.
Namun, dia mengaku, belum tahu besarnya dana anggaran negara untuk pelaksanaan operasi
pasar terebut. Begitu pula pelaksana operasi pasar khusus tersebut belum ditentukan.
"Masih dievaluasi. Apakah pemerintah atau swasta belum ditentukan," ujarnya
Ketua Komisi Perdagangan Didik J Rachbini mengatakan, pemerintah diminta segera
menyiapkan sistem pelaksanaan operasi pasar berserta payung hukumnya. "Kalau harus
dibuat stok penyangga (buffer stock) minyak goreng, yang seperti apa?"
ujarnya.
Kuning Turun
Sementara itu, harga minyak goreng curah di Sentra Antasari dan Pasar Lima, Banjarmasin
mengalami perbedaan cukup signifikan. Harga minyak goreng curuh putih mengalami kenaikan
Rp 50 dari Rp 8.450 pada 18 Juni lalu kemarin (27/6) menjadi Rp 8.500 per liter.
Minyak goreng kuning turun hingga Rp 400 per liter dari Rp 8.200 18 Juni lalu menjadi
Rp 7.800 per liter. "Kondisi harga ini tidak begitu signifikan pengaruhnya, karena
berfluaktif," jelas Drs M Nurliansyah, Subdin Bina Perdagangan Dalam Negeri Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel, kemarin.
Sedang harga minyak goreng kemasan tidak mengalami gejolak harga dan masih seperti
pekan lalu. "Contohnya Bimoli 620 ml sebelumnya dan hari ini tetap Rp 7.500, begitu
juga Kunci Mas harga tetap Rp 9.500 per liternya," papar Nurliansyah. tic/tri