- 2008 Kasiba Alalak dan Sei Andai rampung
BANJARMASIN, BPOST - Asisten Deputi Pengembangan Kawasan skala Besar Kementerian
Perumahan Rakyat RI, DR M Dimyati mengungkapkan, pemerintah sulit memenuhi kebutuhan
delapan juta rumah murah tahun ini.
Karena, hingga saat ini prosentase pembangunan rumah murah yang dilakukan pengembang
perumahan di Indonesia masih di bawah rata-rata 25 persen.
"Kita akan cari terus solusinya," katanya di dampingi Direktur PT Awang
Permai H Anwar Hadimi, Direktur PT Herlina Perkasa, H Hasbullah dan Ketua PWI Kalsel HG
Rusdi Effendi AR, Rabu (27/6) dalam peninjauan kawasan siap bangun (kasiba) di Kelurahan
Alalak Utara dan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Salah satu cara mendorong pengembang untuk menyiapkan rumah murah tersebut, di
antaranya dengan kembali mengucurkan dana untuk proyek pembangunan perumahan kawasan siap
bangun untuk 2007 yang mencapai Rp 40 miliar di 14 kota.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu pengembang dalam memenuhi kebutuhan
fasilitas umum seperti pembangunan jalan, tempat bermain, tempat ibadah dan infrastruktur
lainnya di dalam kompleks perumahan yang ditunjuk mendapatkan dana kasiba tersebut.
Dengan bantuan pembangunan sarana infrastruktur tersebut, diharapkan akan mampu
mengurangi beban pengembang untuk menyediakan fasilitas umum sehingga mampu menekan harga
pembangunan rumah.
"Bila perumahan dibangun dalam satu kawasan besar seperti di kompleks AMD Permai
dan Sungai Andai Banjarmasin, maka biaya infrastruktur bisa ditekan dan lebih efektif
untuk dikembangkan daripada membangun rumah sendiri-sendiri," katanya.
Ketua REI Kalsel H Anwar Hadimi mengungkapkan, saat ini harga rumah di kawasan yang dia
bangun dengan tipe 36 kategori rumah murah mencapai Rp 49 juta/unitnya.
Menurut dia, melambungnya harga kayu yang merupakan kebutuhan utama pembangunan
perumahan, menjadi salah satu penyebab beberapa pengembang di Kalsel enggan untuk
membangun perumahan murah.
Sementara itu, H Hasbullah mengatakan, kawasan siap bangun di Sungai Andai akan
terlaksana sepenuhnya tahun depan.
"Pokoknya tahun depan sudah terlihat dan saat ini infrastruktur pendukungnya mulai
di bangun," kata dia.
Menurut data di Pemko Banjarmasin, kawasan kasiba di Banjarmasin ada tiga, yaitu di
Kelayan, Alalak dan Sungai Andai. Awalnya pemko merencanakan di Kelayan, karena
lingkungannya padat dan kumuh sehingga memerlukan biaya besar, maka dipindahkan ke Alalak
Utara, Lalu dikembangkan lagi di Sungai Andai. ant/tri