BANJARBARU, BPOST- Belum genap satu bulan dilarang melintasi Jalan Transpol,
Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, angkutan kromit tetap beroperasi. Bahan tambang bernilai
tinggi ini kembali diangkut melewati jalur ini.
Truk angkutan bermuatan kromit yang jumlahnya ratusan
membuat jalan setempat kembali hancur. Parahnya lagi, armada pengangkut kromit ini
berjalan secara konvoi, sehingga kerap membuat warga resah.
Rabu (27/6) pukul 09.30 Wita BPost berpapasan langsung dengan konvoi lebih dari
15 truk bermuatan kromit. Armada ini melintas membelah pegunungan di kawasan itu sampai
akhirnya melewati jalan Transpol.
Tak jarang pengendara yang berpapasan dengan truk itu terpaksa menghentikan sepeda
motornya menunggu konvoi itu.
Kondisi kian parah, tatkala armada truk telah melewati beberapa bagian jalan di Ujung
Murung, atau tepat di sekitar pendulangan intan.
Di sini, kerusakan badan jalan terlihat kian parah. Beberapa titik, seperti di RT 32
terlihat bergelombang. Bahkan, ada pula yang anjlok. Ramli Ketua RT 11 membenarkan
hancurnya jalan akibat truk angkutan kromit yang melintasi jalan setempat.
Namun, warga hanya bisa pasrah karena masalah ini sudah menjadi kebijakan pemerintah.
Warga menyesalkan, karena kerusakan ini tak sepadan dengan tali asih berupa uang kepada
warga di setiap RT yang diberikan investor tambang, yaitu Rp 3 juta sampai Rp 5 juta
setiap bulan.
Sumber di Dinas Kimpraswil dan DPRD Banjarbaru menyebutkan, sebenarnya masalah
penghentian angkutan kromit yang sempat dilontarkan DPRD ini hanya berjalan kurang dari
seminggu. Usai ditinjau Komisi III, angkutan ini hanya berhenti selama lima hari.
Setelahnya, walau diperbaiki seadanya, angkutan kembali melintas di sana. Padahal,
jalan yang dilewati belum sepenuhnya baik, sehingga hancur lagi.
Catatan BPost, sejak Jumat 1 Juni angkutan tambang kromit yang telah merusak
Jalan Transpol resmi dihentikan sesuai rekomendasi DPRD setempat.
Komisi III DPRD Banjarbaru meminta angkutan ditutup sampai perusahaan memenuhi
komitmennya memperbaiki jalan itu. Pemegang Kuasa Pertambangan (KP) kromit PT Kato Do
Mining, saat di konfirmasi melalui ponsel Mr Sinto, Manajer Operasionalnya tak aktif. niz