Sopir Tak Bisa Melintas
PROYEK pengaspalan jalan Simpang Empat
Bajingah dan Karang Jawa, Kecamatan Pelaihari, diduga tidak beres. Belum ada setahun,
aspal telah terkoyak-koyak dan kuantitas fisik di lapangan tidak sesuai dengan
perencanaan.
Proyek tahun 2006 itu kini sedang disoroti parlemen
DPRD Tanah Laut. Rabu (27/6) siang, Waket DPRD Hadi Sucipto bersama anggota meninjau
proyek senilai (pagu) Rp 340 juta tersebut.
Cipto begitu Hadi Sucipto disapa, geleng-geleng
kepala menyaksikan kondisi fisik badan arah ke Karang Jawa. Ada tiga titik aspal yang
terkoyak secara sporadis, total panjangnya sekitar 600 meter.
Badan jalan berubah laksana arena cross. Mobil
jenis Toyota Kijang Innova yang ditumpangi Cipto tidak berani melintas, karena dipastikan
bodi bawah akan terhantam gundukan tanah dan bakal menggantung jika nekat.
Beberapa warga yang menggunakan sepeda motor pun
terlihat susah payah melintasi jalan tersebut. Mereka harus ektra hati-hati dan terpaksa
menapaki tepian badan jalan yang relatif lebih aman.
Untung cuaca kering, jika hujan jalan itu akan
sangat sulit dilalui, karena menjadi berlumpur dan licin.
Keheranan Cipto tidak terhenti di situ. Kuantitas
atau panjang jalan tidak sesuai dengan perencanaan. Fakta di lapangan, panjang jalan hanya
sekitar 1,1 kilometer. Padahal perencanaannya sepanjang 2,5 meter yang terdiri atas 1 km
menuju Karang Jawa dan 1,5 km di Jalan Bajingah.
Dihubungi via telepon, Plt Kadis Kimprasda Tala HM
Amin menegaskan kuantitas pekerjaan sesuai ketentuan. Mengenai kerusakan badan jalan,
lantaran sering dilalui truk pengangkut pasir, batu gunung. roy |