- Genjot Kejar Paket via kelompok usaha
PELAIHARI, BPOST - Program Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, B, dan C
(pendidikan nor formal setara SD, SMP, dan SMA) di Tanah Laut (Tala) belum sepenuhnya
direspon oleh masyarakat kelas bawah. Sebagian dari anak-anak mereka masih memilih melaut
atau bertani.
Dinas Pendidikan Tala sendiri hingga kini terus berupaya memaksimalkan menggenjot
program Kejar Paket tersebut. Sasaran utamanya adalah Paket A dan B yang merupakan
pendidikan dasar wajib bagi seluruh anak usia sekolah.
"Masih banyak anak usia sekolah di daerah ini yang belum tersentuh Kejar Paket.
Antara lain penyebabnya kurangnya motivasi dari orangtua. Ada di antara mereka yang
mengajak anak-anaknya melaut atau berkebun," kata Kabid Pendidikan Luar Sekolah,
Pemuda dan Olahraga (Dikluspora) Dinas Pendidikan Tala Amirul Wafa, belum lama ini.
Pihaknya sendiri bersama aparatur desa maupun tokoh masyarakat terus memberikan
pemahaman dan dorongan akan pentingnya manfaat pendidikan. Namun, tetap saja ada beberapa
keluarga yang enggan mengikutkan anaknya ke program Kejar Paket. Kendati pun mereka
mengetahui tidak perlu mengeluarkan uang, karena operasional Kejar Paket, terutama Paket A
dan B), ditanggung pemerintah
"Ini memang menyangkut psikologis dan budaya, kami tidak bisa memaksa. Masih ada
beberapa keluarga yang berfikir lebih baik anak-anaknya mencari uang, daripada
sekolah," kata Wafa sedih.
Selama ini saja kegiatan Kejar Paket belum berjalan optimal. Jarang ditemui tingkat
kehadiran mencapai 100 persen. "Kehadiran 60 persen saja sudah bagus," sebut
Wafa.
Namun begitu, pihaknya tidak lantas putus asa. Motivasi dan dorongan terus dilakukan
terutama terhadap keluarga yang masih enggan mendaftarkan anaknya mengikuti Kejar Paker.
Di antaranya melalui pembinaan kelompok usaha produktif, seperti, pembuatan kerupuk ikan
dan lainnya
Langkah tersebut mulai berjalan dan terlihat cukup efektif. Lantaran dua manfaat bisa
didapat sekaligus, mencari uang sambil belajar. roy