- Lahan gersang disulap jadi produktif
SIAPA bilang lahan eks tambang tak bisa dimanfaatkan lagi. Jika digarap secara
ulet, lahan bekas tambang yang biasanya gersang penuh lubang di sana-sini, ternyata bisa
menghasilkan.
Itulah yang ditunjukkan Kelompok Tani Sapadangsanakan yang mengelola kebun jeruk seluas
30 hektare di areal eks pendulangan intan di kawasan RT 13 Sungai Tiung, Kecamatan
Cempaka, Kota Banjarbaru.
Namun untuk menjadikan seperti sekarang, perjuangan para anggota Sapadangsanakan
tidaklah mudah. Sejak tahun 1986, dipimpin Kai Atiyah mereka berusaha mengubah lahan bekas
tambang itu menjadi kebun jeruk.
Dan kini, jerih payah mereka mulai menghasilkan. Dari 21 ribu pohon yang ada, delapan
ribu pohon sudah siap panen. Rabu kemarin, sejumlah pejabat di antaranya Walikota
Banjarbaru, H Rudy Resnawan dan Kapolda Kalsel, Brigjend Halba Rubis Nugroho melakukan
panen perdana.
"Luar biasa manisnya jeruk ini. Saya salut luar biasa dengan upaya Kai Atiyah
menyulap lahan eks pendulangan menjadi kebun jeruk yang menghasilkan seperti ini,"
ucap Kapolda saat menyicipi segarnya jeruk Siam Banjar.
Menurut Aspihani, salah satu anggota kelompok tani, upaya mereka memanfaatkan lahan
bekas tambang mulai menutup lubang-lubang menganga, mengembalikan kesuburan tanah, menanam
sampai merawatnya.
Tidak sedikit kendala yang dialami Sapangdasanakan. Kerapkali, mereka harus dihadapkan
pada gagal tanam. Juga tak sekali dua bencana kebakaran lahan dan kekurangan air mereka
rasakan.
Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan memperhitungkan hasil panen tiga jenis jeruk yang
ditanam di sini (siam Banjar, sunqis, dan jeruk mandarin) ini mampu menghasilkan sampai
miliaran rupiah.
"Ini dengan asumsi dalam satu pohon maksimal 400 biji jeruk, maka dikalikan harga
jual dan luasan lahan yang ditanam, minimal hasil panennya bisa mencapai Rp 1,2
miliar," beber Walikota sambil tersenyum bangga akan kreativitas warganya.
Orang nomor satu di Kota Idaman ini berharap, warga lainnya mengikuti jejak tersebut.
Diharapkan, warga juga berinovasi mencari jenis tanaman lain yang tak kalah ekonomisnya. niz