:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Thursday, 28 June 2007 01:40


JERITAN PKL PASAR BATUAH SETELAH DIPINDAH KE PPS
Seminggu Tak Dapat Uang Sepeser Pun

MEMPRIHATINKAN. Itulah ungkapan untuk menggambarkan nasib para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Batuah yang kini telah dipindah ke Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura.

Sehari, ada hanya yang memperoleh penghasilan Rp 2 ribu. Bahkan, ada yang tidak mendapat penghasilan sepeser pun dalam seminggu berjualan.

Pantas saja mereka berteriak kepada bupati dan dewan atas pemindahan pasar tersebut. Pasalnya, mereka harus mengisi perut termasuk memberi makan dan menyekolahkan anak-anak. Kini, mereka hanya menggantungkan nasib kepada pejabat dan dewan atas nasib yang menimpa itu.

Agus misalnya. Selasa (26/6) hanya memperoleh uang Rp 6 ribu, sementara Rabu (27/6) hingga pukul 12.00 belum mendapat penghasilan sepeser pun. Padahal, dia harus menghidupi istri dan empat anaknya. Untung saja, satu anaknya sudah sembuh.

Beberapa hari terakhir anaknya mengeluh sakit panas. Dia hanya mengobati balitanya itu dengan obat pasaran saja. Untuk ke puskesmas dia tidak punya kartu berobat gratis. Apalagi ke dokter, hanya merupakan mimpi yang tak akan pernah terbeli.

"Yang bisa saya lakukan hanya berdoa dan terus berdoa. Saya masih berharap ada pemimpin yang memperhatikan nasib kami. Bagaimana saya bisa menyekolahkan anak saya kalau penghasilan saya seperti ini terus," keluh Agus. Meski perutnya kosong, dia masih memperhatikan pendidikan anaknya.

Keluhan Agus ini, juga dirasakan oleh ratusan PKL lain di kawasan setempat. Rekan-rekannya juga kesulitan biaya hidup setelah dipindah ke PPS tersebut.

Dewan setempat juga tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak), mereka hanya bisa merasa kasihan. Belum ada agenda khusus menyelesaikan persoalan sosial dan hidup menyangkut ribuan masyarakatnya tersebut.

Andin Supian Noor, anggota Komisi II Dewan Banjar, mengatakan, pemindahan tersebut masih mementingkan citra, sementara persoalan sosial dan kehidupan para PKL belum tersentuh. sigit


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Angkutan Kromit Tetap Lintasi Transpol

281 Sekdes Diangkat Jadi PNS


Kapolri Rayakan Bhayangkara di Banjarbaru


Banjar Buka Isolasi Paramasan


Luar Biasa Manisnya Jeruk Ini


JERITAN PKL PASAR BATUAH SETELAH DIPINDAH KE PPS Seminggu Tak Dapat Uang Sepeser Pun


Yongky AFI Ingatkan Bahaya Narkoba


Polisi Temukan Prostitusi Terselubung


Bupati Surati Depkum HAM


28 Persen Pipa PDAM Bocor


Libur Sekolah Serentak


Dua Tahun Lagi Mulus


Anak Pilih Melaut


Geram Proyek Tak Turun


Lunas PBB Kantongi Rp 2 Juta


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123