- Distan bentuk tim pemburu rabies
PALANGKA, BPOST - Mengantisipasi mewabahnya virus rabies di Palangka Raya, Dinas
Pertanian dan Peternakan setempat membentuk tim pemburu anjing liar. Hingga saat ini
Palangka Raya termasuk salah satu daerah endemis rabies
Kepala Dinas Partanian dan Peternakan kota Palangka Raya Ir Muhladun, Rabu (27/6)
mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima tim. Masing-masing tim beranggotakan lima
orang. Mereka akan memburu anjing liar di kawasan pinggiran kota untuk kemudian
memvaksinnya.
"Tim sudah kami siapkan, seluruh anjing yang ada akan divaksin," kata
Muhladun, seraya menyebutkan anjing liar diperkirakan sekitar 916 yang masih berkeliaran
di Palangka Raya.
Menurutnya, langkah itu sebagai tindakan preventif untuk mencegah terjadinya rabies,
mengingat di Palangka Raya merupakan daerah paling tinggi rawan penyakit membahayakan itu.
Bahkan tahun 2007 ini, kota itu dikategorikan daerah endemis rabies.
Disebutkan, lokasi vaksinasi diutamakan di wilayah pinggiran kota yang ada di lima
kecematan seperti di Bukit Batu, Pahandut Jekan Raya, Rakumpit dan Sebangau. Daerah-daerah
itu, kata Muhladun, paling banyak memiliki anjing.
"Pemberian vaksinasi juga diutamakan untuk anjing peliharaan, sementara untuk
anjing liar akan dilakukan penangkapan, setelah itu diberi vaksinasi," katanya.
Saat stok vaksin rabies tersedia untuk 2.440 anjing. Kendati begitu biasanya hanya
sekitar 60 persen anjing peliharaan yang bisa divaksin.
Menurut dia, anjing liar biasa langsung menghindar. Kemudian, kalau anjing peliharaan
disembunyikan pemiliknya karena takut diambil akibat mengidap penyakit rabies. Bahkan,
kata dia, terkadang pemilik menutup rumah dan kandang untuk menghindar dari petugas.
"Kebanyakan warga yang punya anjing piaraan malah tidak ada di tempat saat petugas
mendatangi rumah mereka. Umumnya ereka takut bila anjingnya divaksin mati," katanya.
Karenanya, Muhladun mengimbau masyarakat yang memelihara anjing, mendukung upaya
pemberantasan penyakit rabies. Caranya dengan mengandangkan atau tidak melepas anjing
mereka agar tidak terjangkit virus rabies dari anjing lain.
Ny Anna pemilik anjing mengaku enggan melakukan vaksin anjing peliharaan. Pasalnya
anjing kalau telah diberi vaksin biasanya rawan dengan kematian.
Bahkan, kata dia, kekebalan tahan tubuh akan berkurang setelah diberi vaksin.
"Kami memilih menghindar dari petugas bila anjing diberi vaksin," ujar warga
Bukir Hindu Raya ini. ck1