:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Thursday, 28 June 2007 01:31


916 Anjing Liar Berkeliaran

  • Distan bentuk tim pemburu rabies

PALANGKA, BPOST - Mengantisipasi mewabahnya virus rabies di Palangka Raya, Dinas Pertanian dan Peternakan setempat membentuk tim pemburu anjing liar. Hingga saat ini Palangka Raya termasuk salah satu daerah endemis rabies

Kepala Dinas Partanian dan Peternakan kota Palangka Raya Ir Muhladun, Rabu (27/6) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima tim. Masing-masing tim beranggotakan lima orang. Mereka akan memburu anjing liar di kawasan pinggiran kota untuk kemudian memvaksinnya.

"Tim sudah kami siapkan, seluruh anjing yang ada akan divaksin," kata Muhladun, seraya menyebutkan anjing liar diperkirakan sekitar 916 yang masih berkeliaran di Palangka Raya.

Menurutnya, langkah itu sebagai tindakan preventif untuk mencegah terjadinya rabies, mengingat di Palangka Raya merupakan daerah paling tinggi rawan penyakit membahayakan itu. Bahkan tahun 2007 ini, kota itu dikategorikan daerah endemis rabies.

Disebutkan, lokasi vaksinasi diutamakan di wilayah pinggiran kota yang ada di lima kecematan seperti di Bukit Batu, Pahandut Jekan Raya, Rakumpit dan Sebangau. Daerah-daerah itu, kata Muhladun, paling banyak memiliki anjing.

"Pemberian vaksinasi juga diutamakan untuk anjing peliharaan, sementara untuk anjing liar akan dilakukan penangkapan, setelah itu diberi vaksinasi," katanya.

Saat stok vaksin rabies tersedia untuk 2.440 anjing. Kendati begitu biasanya hanya sekitar 60 persen anjing peliharaan yang bisa divaksin.

Menurut dia, anjing liar biasa langsung menghindar. Kemudian, kalau anjing peliharaan disembunyikan pemiliknya karena takut diambil akibat mengidap penyakit rabies. Bahkan, kata dia, terkadang pemilik menutup rumah dan kandang untuk menghindar dari petugas.

"Kebanyakan warga yang punya anjing piaraan malah tidak ada di tempat saat petugas mendatangi rumah mereka. Umumnya ereka takut bila anjingnya divaksin mati," katanya.

Karenanya, Muhladun mengimbau masyarakat yang memelihara anjing, mendukung upaya pemberantasan penyakit rabies. Caranya dengan mengandangkan atau tidak melepas anjing mereka agar tidak terjangkit virus rabies dari anjing lain.

Ny Anna pemilik anjing mengaku enggan melakukan vaksin anjing peliharaan. Pasalnya anjing kalau telah diberi vaksin biasanya rawan dengan kematian.

Bahkan, kata dia, kekebalan tahan tubuh akan berkurang setelah diberi vaksin. "Kami memilih menghindar dari petugas bila anjing diberi vaksin," ujar warga Bukir Hindu Raya ini. ck1


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Tengah
Terpaksa Pakai Limbah Perkebunan

916 Anjing Liar Berkeliaran


Cukong Kalteng Diancam Pidana Korupsi


Boma Incar Beras Kapuas


DODY, PEMBINA PANTI REHABILITASI NARKOBA GALILEA
"Saya Sempat Memproduksi Ekstasi"


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123