KUALA KAPUAS, BPOST - Besarnya produksi beras Kabupaten Kapuas, menarik minat
pengusaha dari luar daerah. Salah satunya, PT Boma Internusa yang berdomisili di
Karanganyar, Jawa Tengah, yang berniat menanamkan investasi dengan memproduksi sekaligus
membeli beras petani setempat.
Apabila terealisasi, peluang ini diharapkan dapat memberikan keuntungan langsung bagi
petani. Paling tidak, dari segi nilai jual beras maupun gabah. "PT Boma cukup serius
untuk rencana ini dan dalam waktu dekat, mereka akan mengirimkan orang melakukan survei ke
Kapuas," kata Kadis Pertanian Kapuas Afiadin Husni, Rabu (27/6).
Program pembelian beras petani tersebut merupakan salah satu dari rencana rice
estate project dan tindak lanjut dari pertemuan antara bupati Kapuas bersama pengusaha
yang dilakukan di kantor pusat PT Boma pada 21 Juni tadi.
Menurut Afiadin, ada beberapa hal yang menjadi alasan PT Boma untuk melebarkan sayap
usahanya di Kabupaten Kapuas. Antara lain untuk pemenuhan kebutuhan beras nasional yang
sampai saat ini masih tergantung dari impor.
Berdasarkan perhitungan, Indonesia mengimpor sebanyak 750 ribu ton beras pada 2006.
Padahal jika disiasati dengan pembukaan lahan sekitar 100 ribu hektare, Indonesia bisa
melepaskan ketergantungan impor dari Vietnam maupun Thailand.
Untuk rencana pengembangan rice estate project, Pemkab Kapuas sendiri telah
menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan luasan kawasan pertanian yang dibutuhkan, yakni
mencapai 100 ribu hektare. Dalam hal ini, pola yang dianut kemitraan antara pengusaha
dengan petani.
Saat ini, Kapuas memiliki areal tanam lebih kurang seluas 94 ribu hektare. Dari jumlah
tersebut, hanya sekitar 70 ribu hektare yang potensial dengan kapasitas produksi sebanyak
236 ribu ton gabah kering giling pada setiap musim tanam. Dengan begitu, daerah ini masih
memerlukan 30 ribu hektare lagi perluasan lahan. ami