PERKEMBANGAN musik dangdut tak melulu hanya melalui andil dari pemusik Jakarta.
Musisi daerah pun berperan besar untuk memajukan musik nasional. Banjarmasin, misalnya
memiliki banyak musisi dangdut yang sudah go nasional.
Sebut saja di antaranya Rudy Anan (pencipta lagu), Herman, bassist Soneta-nya Rhoma
Irama) serta Akhyar Sukmaraga, pemain melody terbaik yang selalu dipercaya Caca Handika
menggarap aransemen albumnya.
Demikian juga daerah lain yang juga menyumbangkan banyak musisi dangdut.
Karena besarnya jasa pemusik dangdut ini, Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI)
bekerjasama dengan Persatuan Artis Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) yang diketuai Rhoma
Irama akan memberikan penghargaan Anugerah Musik Indonesia Dangdut Award 2007.
"Pada AMI Dangdut Awards yang akan digelar 2 September mendatang ditetapkan 15
nominasi," kata Media Relation Section Head TPI, Theresia Ellasari, Rabu (27/6).
Menurutnya, ini terbagi lima kategori penghargaan, dua penghargaan spesial, piala Rhoma
Irama, dan penghargaan Rhoma Irama. Selain itu, ada peng-hargaan khusus legenda dangdut
dan pengabdian musisi.
"Yang berhak menjadi nominasi adalah musisi dangdut yang berkarya lewat album yang
rilis mulai 1 Januari 2006 hingga periode 30 Mei 2007," tambahnya.
Anggota PAMMI Banjarmasin, Nurdin M Nur menilai ajang ini cukup bagus. Melalui
pemberian penghargaan bisa mewujudkan berbagai harapan seniman dangdut.
"Obsesi PAMMI adalah musik dangdut bisa berdiri sejajar dengan musik-musik genre
lain. Jadi, musik ini pun bisa diputar di hotel-hotel bintang lima dan bisa dinikmati
semua kalangan," tutur Nurdin. ncu/ksc