Sampit, BPost
Hawa panas dari kobaran api tak lagi dipedulikan Bupati Wahyudi K Anwar. Orang
nomor satu di jajaran Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) itu tampak sibuk mengutak-atik
ponselnya menghubungi beberapa pihak memberitahukan kantor Dinas Pendapatan Daerah
(Dispenda) terbakar.
Wahyudi datang ke lokasi kebakaran tidak lama setelah api mulai berkobar sekitar pukul
10.30 WIB, Jumat (7/7). Saat kejadian dia sedang menghadiri HUT ke-46 Adhyaksa bersama
unsur muspida lainnya. Sehingga dia langsung meluncur ke lokasi setelah menerima kabar,
disusul beberapa pejabat lainnya.
"Habis semuanya, yang kita sayangkan itu data-data retribusi daerah dan
arsip-arsip lainnya ikut terbakar. Kami tidak ingin berspekulasi ada sabotase atau tidak
dalam kejadian ini, semuanya kami serahkan kepada kepolisian. Setelah kejadian ini,
Dispenda akan tetap operasional mungkin ikut di kantor UPTD Pasar dan UPTD Perizinan
sementara waktu," katanya didampingi Wakil Bupati HM Amrullah Hadi, Sekda Godhard A
Nion dan Ketua Bappeda Taufik Mukri.
Kepala Dispenda Kotim Tajudin Noor menambahkan, kerugian diperkirakan mencapai miliaran
rupiah. Apalagi belum lama ini kantor yang terdiri dari konstruksi kayu berlantai dua itu
baru saja dilakukan pembenahan.
Penjaga kantor Dispenda, Arbani (52) mengatakan, api berasal dari bagian kiri lantai
atas kantor di mana terdapat saklar listrik. Arbani bersama istrinya, Qomariah(50) yang
saat itu sedang nonton televisi di ruang tengah kaget setelah mendengar suara warga yang
berteriak kantor yang dijaganya terbakar.
"Saya liat api di sekitar saklar langsung membesar. Saya langsung membuka pintu
dan sempat menyelamatkan mobil pikap, motor dan televisi punya kantor. Sebelumnya tidak
ada hal-hal yang mencurigakan," kata pegawai honorer yang sudah mengabdi 15 tahun
itu.
Kapolres Kotim AKBP I Made Ardana melalui Kasat Reskrim Iptu Fx Irwan Arianto
mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dia memastikan tim laboraturium
forensik (labfor) dari Surabaya akan segera datang untuk melakukan penyelidikan. mgb