:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
FEMALE
Nusantara
B O R N E O
Trans Kalimantan
Banjarmasin Plus

Persona
Olahraga
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sunday, 09 July 2006 01:09


MITAN MAKIN LANGKA DI PALANGKA RAYA
Operasi Pasar Tak Lagi Membantu

INAH bergegas bangun pagi. Setelah menyuci wajahnya, dia segera mengambil jeriken dan berlari-lari kecil ke pangkalan minyak tanah (mitan) yang tak jauh dari rumahnya.

Ternyata, Inah masih kalah cepat dengan tetangganya. Sebab meski jam belum menunjukkan pukul 07.00 WIB, ratusan jeriken telah berjejer di pangkalan itu. Jeriken milik Inah pun terpaksa ditaruh di belakang jeriken lainnya.

Hampir tiga jam menunggu, warga Pahandut, Palangka Raya ini, tak mendapat satu liter mitan pun. Ibu satu anak ini kembali pulang ke rumah dengan tahan hampa.

"Terpaksa hari ini saya tak memasak, setetes mitan pun tak lagi saya miliki. Lalu mau masak pakai apa," keluhnya.

Keluhan seperti itu tak hanya terlontar dari mulut Inah, namun hampir setiap hari ratusan ibu-ibu di Palangka Raya menggerutu gara-gara tak mendapatkan bahan bakar untuk kompor minyak itu.

Hampir satu bulan mitan di Palangka Raya memang sulit didapat. Kalau pun ada harganya sangat tinggi yakni Rp5.000 per liter, padahal sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan Pemko setempat harga mitan Rp3.250 per liter.

Untuk mengatasi kelangkaan itu, dinas terkait telah melakukan operasi pasar di berbagai pangkalan yang ada, namun hingga, Jumat (7/7), ini ternyata kelangkaan tersebut juga belum bisa diatasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Palangka Raya Drs Burhanudin mengaku, sudah membentuk tim yang mengawasi distribusi mitan di agen dan pangkalan.

"Apabila ada agen atau pengecer yang menjual mitan melebihi yang ditetapkan atau menimbun mitan akan kita tindak," kata Burhanudin.

Menurutnya, sejak kelangkaan mitan di kota Palangka Raya, tim yang terdiri dari Disperindagkot, Pol PP dan polisi sudah memantau ke lapangan serta menghimbau pengecer dan agen agar menjual mitan sesuai HET.

Selain melakukan pengawasan, lanjutnya, tim juga membuka pintu bagi pengaduan atau laporan masyarakat, apabila di lapangan dijumpai ada agen atau pengecer yang menjual harga minyak tanah tidak sesuai dengan ketentuan. "Mereka bisa melapor kepada pihak kami," imbuh Burhan.

Menurutnya, mereka akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sesuai dengan visi Perindakop Kota Palangka Raya yaitu menjadi Pendorong tumbuh dan berkembangnya industri perdagangan dan koperasi yang berdaya saing, tertata dan tertib.

Awi, penjaga pangkalan mitan 76 Jalan S Parman mengaku pihaknya sebulan ini baru mendapatkan satu kali jatah mitan dari Pertamina, padahal yang dibutuhkan warga RT 10 cukup banyak.

"Sejak pagi tadi pangkalan Mitan PT Bersama diserbu warga, bahkan menimbulkan antrean panjang," ujar Awi. ck1

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


B O R N E O
"Semua Data Retribusi Ludes"

Pasukan Kuning Datangi Dewan


Lelang Lagu Untuk Banjir Kalteng


Gaji Ke-13 Dipotong 25 Persen


MITAN MAKIN LANGKA DI PALANGKA RAYA
Operasi Pasar Tak Lagi Membantu


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123