Batulicin, BPost
Dana bantuan secara khusus untuk penanganan pascabencana banjir di Kabupaten
Tanah Bumbu belum dapat dianggarkan. Pasalnya, kas negara pada tahun ini tekor Rp40
triliun, kata Ketua DPR RI Agung Laksono ketika meninjau lokasi banjir di Kusan Hilir
Tanbu, Sabtu (7/7).
Kedatangan Agung Laksono yang ketika itu didampingi Wakil Gubernur Kalsel Rosehan NB
dan Bupati Kotabaru H Zairullah Ashar tentunya memberikan harapan tersendiri bagi warga
setempat agar penanganan pascabanjir bisa lebih baik.
Pasalnya, keluhan demi keluhan masih terdengar dari warga setempat, termasuk minimnya
bantuan makanan dan perbaikan fasilitas umum. Kedatangan para pejabat tersebut seolah
memberi angin segar bagi mereka untuk kembali bangkit dari keterpurukan.
Ratusan warga yang berkumpul di tepian Sungai Kusan terperangah begitu mendengar
pernyataan Agung Laksono bahwa kas negara tekor Rp40 triliun, sehingga dana bantuan yang
diharapkan untuk penanganan pascabanjir pun tinggal harapan.
"Masyarakat disini mempunyai wakil rakyat di DPR RI, kebetulan sebagai perumus
anggaran, yakni Gusti Iskandar. Kita berharap putra daerah ini bisa meningkatkan jumlah
anggaran bantuan bagi daerah ini," kata Agung.
Perlu diketahui, saat ini pemerintah menanggung hutang luar negeri yang sangat besar.
Saat keadaan darurat seperti ini, dimana kas negara kosong, dewan mengusulkan agar
pembayaran hutang luar negeri ditunda dulu agar penanganan pascabencana bisa maksimal.
Sementara Rosehan NB menyebutkan, dana bantuan pascabencana sudah disetujui pusat
sebesar Rp1 miliar dari besaran dana Rp2 miliar yang diajukan. Dana itu akan digunakan
untuk memperbaiki jembatan putus dengan melibatkan Polri, TNI, Kimpraswil dan lainnya.
"Kita harapkan dalam waktu dekat ini jembatan yang putus bisa diperbaiki,"
tandasnya. dhs