Barabai, BPost
Sebanyak 82 desa dari 169 desa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih
tertinggal. Hal ini terlihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat serta prasarana
pendukung lainnya.
Menurut Kepala Bappeda HST Ir H Supriadi AD MM, total desa yang dianggap tertinggal
berjumlah 82 desa, lebih tinggi dari jumlah yang ditetapkan Ditjen PMD tahun 2000 yang
jumlahnya saat itu masih 59 desa.
Desa tertinggal paling banyak di Kecamatan Hantakan (12 desa), bisa dikatakan seluruh
desa di kecamatan itu tertinggal, kata camat setempat Ainur Rafiq SSos MM.
Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dalam suratnya yang berjudul penentuan
desa tertinggal di seluruh Indonesia menyatakan, bahwa di Indonesia masih ada 32.379
(45,86 persen) desa yang bisa dinyatakan tertinggal dari total 70.611 desa yang ada.
Penentuan tersebut menggunakan acuan data potensi desa tahun 2005 dengan berbagai
variabel yang dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kriteria, yaitu perekonomian
masyarakat, sumber daya manusia, infrastruktur serta aksesibilitas.
Kendati demikian, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal melalui sekretaris
kementrian negaranya, Ir Rachmat Tatang Bachrudin menyatakan angka itu masih perlu
verifikasi dari masing-masing daerah agar dapat disepakati secara bersama antara
pemerintah pusat dengan daerah.
Untuk menyepakati hal tersebut, Menteri PDT menyurati para gubernur agar mengkoordinir
bupati/walikota di masing-masing wilayahnya untuk melaksanakan verifikasi guna memperoleh
umpan balik data ketertinggalan suatu desa secara rinci dan komprehensif.
Menyikapi surat itu pula, Pemda HST melalui Bappeda memanggil para camat untuk
mendiskusikan masalah tersebut, kata Supriyadi. yud