Amuntai, BPost
Sejumlah kalangan LSM meragukan komitmen DPRD Hulu Sungai Utara (HSU) terhadap
pelaksanaan good governance, karena saat sosialisasi implementasi pelaksanaan good
governance Kalsel di HSU oleh tim sosialisasi dari pemerintah provinsi, hanya satu
anggota DPRD yang hadir. Itu pun setelah kegiatan berjalan hampir satu jam.
Kegiatan sosialisasi oleh Suhardjo, kepala Bawasda Kalsel serta Susilo dari BPKP yang
dipandu Asisten III bidang Administrasi Umum dan Keuangan H Bachrani itu, hanya dihadiri
peserta dari seluruh camat, beberapa kepala dinas, Ketua MUI, LSM dan unsur masyarakat.
Budi Lesmana, dari LSPM YDIS dan Lutfiadi dari LSM Lentera menyesalkan sikap para wakil
rakyat tersebut. "Padahal mereka sebagai mitra dan kontrol pemerintahan sangat
berkompeten dalam kegiatan seperti ini," katanya.
Asisten III H Bachrani menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan undangan itu kepada
anggota dewan. "Alhamdulilllah ada satu anggota yang hadir, dan kita berikan
penghargaan," katanya.
Suhardjo memaparkan, Kalsel dan HSU khususnya, harus optimis bisa menerapkan good
governance. Tiga pilar yang berperan menciptakan good governance paparnya
adalah pemerintah sendiri dengan mereformasi birokrasi dan menciptakan transparansi.
Selain pemerintah, pihak swasta harus mengikuti etika bisnis yang baik. Selanjutnya
masyarakat diharapkan bisa mengakses pelayan publik, pendidikan serta peranannya dalam
melakukan kontrol.
"Masyarakat di sini bisa membentuk koalisi anti korupsi, serta memberikan sanksi
sosial pada koruptor," katanya.
Presiden, lanjut Suhardjo dengan Inpres No 5/2004 secara khusus kepada gubernur/bupati
/walikota meminta komitmen untuk mewujudkan good governance itu. han