Pontianak, BPost
Ibukota Kalimantan Barat, Pontianak, tiga hari terakhir diserang kabut asap.
Kabut terasa pekat sekali pada waktu malam. Akibatnya jarak pandang pada malam hanya
berkisar 200-300 meter.
Pegawai Observasi Prakirawan Badan Metrologi dan Geofisika (BMG) di Pontianak, Maroni
Girwanto, Sabtu (8/7), mengatakan hutan bergambut di Kalbar mulai terbakar. "Pada
puncaknya nanti jarak pandang hanya berkisar 50-100 meter," katanya.
Maroni mengimbau warga mengurangi aktivitas pembakaran lahan karena akan menambah asap
dan bisa menyebabkan kebakaran hutan.
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kalbar Tri Budiarto mengatakan
kondisi indeks standar pencemaran udara (ISPU) Jumat pukul 22.00 sampai 00.00 WIB berada
pada posisi yang tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat keluar rumah pada
waktu malam.
Sedangkan pada waktu siang, kondisinya normal kembali sehingga tidak terlalu mengganggu
kesehatan manusia.
Sementara untuk hotspot atau titik panas, Tri mengatakan masih fluktuatif. Titik
panas yang terpantau satelit pada 5 Juli lalu sebanyak 12 buah.
"Indikasi hotspot berasal dari lahan petani atau perkebunan, tetapi
sekarang masih fluktuatif, karena setiap hari cenderung berubah," katanya.
Wakil Walikota Pontianak Sutarmidji mengatakan pihaknya telah memerintahkan Dinas
Pemadam Kebakaran agar secepatnya bergerak jika menemukan titik api di daerah Pontianak
khususnya. ant